Hilang Sejak Selasa, Seorang Pencari Ikan di Lampung Utara Ditemukan Tak Bernyawa

Tim gabungan berhasil menemukan pencari ikan yang hilang di Bendungan Wayrarem Lampung Utara dalam kondisi meninggal dunia.
Hasan Saputra - Rabu, 06 Mei 2026 - 16:44 WIB
Tim gabungan mengevakuasi korban pencari ikan yang ditemukan meninggal dunia di Bendungan Wayrarem, Lampung Utara, setelah dilaporkan hilang sehari sebelumnya.
Tim gabungan mengevakuasi korban pencari ikan yang ditemukan meninggal dunia di Bendungan Wayrarem, Lampung Utara, setelah dilaporkan hilang sehari sebelumnya. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG UTARA – Seorang pencari ikan bernama Amin (50), warga Desa Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, ditemukan tak bernyawa di area Bendungan Wayrarem, Kecamatan Abung Tengah, Rabu (6 Mei 2026) pagi.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah tidak kunjung pulang dari aktivitas mencari ikan pada Selasa (5 Mei 2026). Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Utara bersama warga sempat melakukan pencarian sejak sore hari.

Dalam pencarian awal, petugas hanya menemukan sepeda motor, bekal makan siang, golok, serta pakaian milik korban di pinggir aliran air di kebun kopi milik Amin.

Korban diketahui berprofesi sebagai pencari ikan dengan metode menyelam dan menembak ikan. Ia kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tengah semak-semak bendungan yang dipenuhi enceng gondok dan rumput liar, sekitar pukul 08.50 WIB.

Advertisements

“Kami menerima informasi pada Selasa (5 Mei 2026) sekitar pukul 08.28 WIB bahwa ada seorang pencari ikan di Bendungan Wayrarem diduga hilang,” ujar Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Lampung Utara, Romli Arianda.

Ia menjelaskan, proses pencarian melibatkan berbagai pihak, di antaranya Basarnas Provinsi Lampung, Damkarmat, TNI, Polri, aparat desa, serta masyarakat setempat.

“Petugas dan warga melakukan pencarian hingga sore hari, kemudian dilanjutkan bersama tim gabungan hingga akhirnya korban ditemukan,” katanya.

Menurut Romli, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di area bendungan yang tertutup enceng gondok.

Advertisements

“Namun korban ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa di tengah bendungan yang dipenuhi enceng gondok dan rumput,” jelasnya.

Ia menambahkan, hilangnya korban pertama kali diketahui dari kecurigaan sang istri. Pasalnya, korban biasanya sudah pulang sekitar pukul 14.00 WIB setelah mencari ikan.

“Karena setiap pukul 15.00 WIB almarhum sudah berangkat menjual ikan, namun hingga pukul 18.00 WIB korban tidak kunjung pulang,” ungkapnya.

Pihak keluarga kemudian menanyakan keberadaan korban kepada rekan sesama pencari ikan, sebelum akhirnya dilakukan pencarian ke lokasi.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements