Untuk urusan grafis, HP menyematkan Integrated GPU Radeon 860M. Performanya cukup impresif dan mampu menyaingi GPU dedicated kelas entry-level.
HP juga membekali laptop ini dengan RAM 16 GB berkecepatan 7.500 MT/s. Pengguna bahkan dapat mengalokasikan sebagian RAM menjadi VRAM tambahan melalui aplikasi AMD Software: Adrenalin Edition.
Efisiensi Daya dan Suhu Tetap Stabil
Saat diuji menggunakan benchmark sintetis, performa laptop ini dibatasi pada TDP maksimal 15 Watt. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga suhu perangkat tetap stabil sekaligus meningkatkan efisiensi daya baterai.
Meski begitu, performanya tetap tergolong mumpuni. Proses render video 4K di Adobe Premiere masih berjalan cukup cepat.
Pengujian menggunakan aplikasi Blender juga menunjukkan hasil memuaskan untuk kebutuhan produktivitas kelas menengah.
Efek positif dari pembatasan daya ini terlihat pada suhu perangkat yang tetap terkendali. Suhu maksimal bodi bagian atas hanya berada di kisaran 42 derajat Celcius, sedangkan area palm rest tetap nyaman di angka sekitar 33 derajat Celcius.
Masih Nyaman untuk Gaming
Selain untuk produktivitas, HP OmniBook 7 Aero juga cukup nyaman digunakan bermain game ringan hingga menengah.
Game kompetitif seperti Valorant dan Dota 2 mampu berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sementara Genshin Impact masih bisa dimainkan stabil di pengaturan grafis menengah dengan frame rate mendekati 60 fps.
Daya tahan baterainya juga menjadi salah satu nilai jual utama. Laptop ini mampu bertahan hingga hampir 10 jam penggunaan aktif dalam sekali pengisian daya.
Dengan kemampuan tersebut, pengguna dapat bekerja seharian tanpa harus terus mencari colokan listrik.
Layar 2.5K dan Keyboard Nyaman
HP OmniBook 7 Aero hadir dengan layar beresolusi 2.5K dan rasio 16:10. Format layar ini membuat ruang kerja vertikal terasa lebih luas dan nyaman untuk multitasking.
Akurasi warnanya juga sangat baik dengan cakupan mendekati 100 persen sRGB. Kondisi ini membuatnya cocok digunakan untuk editing foto maupun video.