Jaga Tradisi Leluhur, Desa Gedung Agung Gelar Rasulan

Tradisi syukuran Bersih Desa atau Rasulan menjadi upaya Desa Gedung Agung untuk melestarikan budaya peninggalan leluhur
gambar-user/vFy6XLnfIkAAlQ4YG81Tzo7Ahau1TUcuippmYxnq.jpg
Wiji Lestari - Senin, 11 Mei 2026 - 13:21 WIB
Warga Desa Gedung Agung menggelar tradisi Rasulan dengan doa bersama
Warga Desa Gedung Agung menggelar tradisi Rasulan dengan doa bersama - Wiji

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

MEDIALAMPUNG.CO.IDDesa Gedung Agung Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan menggelar tradisi syukuran Bersih Desa atau Rasulan sebagai upaya melestarikan budaya peninggalan leluhur, Senin 11 Mei 2026

Kegiatan bersih desa atau lebih dikenal rasulan ini dilaksanakan setiap hari Senin Pon menjelang Tahun Baru Islam. Tradisi tahunan tersebut diikuti masyarakat dengan doa bersama dan membawa sedekah berupa nasi tumpeng serta ingkung ayam.

Rasulan diketahui menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Desa Gedung Agung yang memiliki sejarah keturunan dari Desa Giring Rejo, Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan bagi warga desa.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat berkumpul bersama sesepuh desa untuk mengikuti doa bersama. Warga membawa berbagai hidangan tradisional yang kemudian didoakan sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur kepada Tuhan.

Advertisements

Kepala Desa Gedung Agung, Martono, mengatakan tradisi bersih desa memiliki makna mendalam bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya sedekah serta menjaga persatuan warga desa.

“Tujuannya agar masyarakat desa terlindungi dari bencana apapun serta mengingatkan pentingnya bersedekah sehingga Desa Gedung Agung menjadi lebih baik lagi,” ujar Martono.

Ia menambahkan, Rasulan juga berkaitan dengan sejarah Kyai Ageng Giring yang berasal dari Desa Giring Rejo, Wonosari, Gunung Kidul. Karena itu, tradisi tersebut terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

Selain doa bersama, kegiatan Rasulan turut dimeriahkan hiburan rakyat berupa pertunjukan kuda lumping. Antusiasme warga terlihat tinggi karena tradisi ini tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga ajang mempererat kebersamaan masyarakat desa.

Advertisements

Martono berharap tradisi Bersih Desa tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus harapan agar warga diberikan kesehatan, panjang umur, dan hasil panen yang melimpah.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements