Kesederhanaan konstruksi tersebut menjadi salah satu keunggulan Yamaha V75 pada masanya.
Tidak banyak sistem elektronik atau komponen rumit seperti yang ditemukan pada sepeda motor modern.
Bagi masyarakat era itu, motor seperti V75 menawarkan fungsi utama sebagai kendaraan yang praktis dan relatif mudah dirawat.
Dalam perjalanannya, Yamaha V75 hadir dalam beberapa varian dan kelengkapan.
Salah satu yang cukup dikenal adalah Yamaha V75 Deluxe. Sejumlah referensi menyebut varian tertentu mendapatkan fitur tambahan dibandingkan versi standar, termasuk sistem starter elektrik.
Selain itu, terdapat pula penyebutan Yamaha V75 dan V75 E dalam sejumlah arsip dan referensi otomotif lawas.
Perbedaan spesifikasi dapat terjadi berdasarkan tahun produksi maupun pasar tempat motor tersebut dipasarkan.
Karena itu, bagi pemilik yang ingin melakukan restorasi atau mengidentifikasi unit secara lebih akurat, pencocokan nomor rangka, nomor mesin, serta dokumen kendaraan menjadi hal penting.
Berikut gambaran spesifikasi Yamaha V75 yang banyak dikenal di kalangan pencinta motor klasik:
- Tipe mesin: Satu silinder, 2-tak, berpendingin udara
- Kapasitas mesin: Sekitar 71,9 cc
- Sistem pelumasan: Autolube
- Transmisi: 3 percepatan
- Kopling: Sentrifugal otomatis
- Pengapian: Platina
- Starter: Kick starter, dengan varian tertentu menggunakan electric starter
- Kapasitas tangki: Sekitar 5,3 liter
- Rem depan: Tromol
- Rem belakang: Tromol
- Suspensi depan: Leading link
- Suspensi belakang: Double shock
Spesifikasi tersebut dapat berbeda tergantung varian, tahun produksi, dan pasar tempat Yamaha V75 dipasarkan.