BANDAR LAMPUNG – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Bersatu Awasi Kebijakan dan Anggaran (ALAM BAKA) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Lampung.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan agar aparat penegak hukum tidak berhenti pada pernyataan, melainkan mengambil langkah nyata dalam mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung.
Dalam orasinya, massa menilai pengawasan terhadap titik-titik dapur MBG masih lemah dan berpotensi menimbulkan persoalan serius.
Mereka meminta Kejati Lampung segera menindaklanjuti berbagai dugaan pelanggaran yang dinilai merugikan kepentingan publik, mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan untuk program tersebut.
Perwakilan ALAM BAKA, Suadi Romli, menegaskan bahwa pihaknya menuntut kinerja konkret dari Kejati Lampung.
Menurutnya, contoh penindakan tegas yang telah dilakukan oleh Kejaksaan Agung seharusnya menjadi acuan bagi aparat penegak hukum di daerah.
“Kami meminta Kejaksaan Tinggi Lampung benar-benar bekerja. Kejaksaan Agung telah memberikan contoh dengan melakukan penindakan tegas terhadap dugaan korupsi yang berkaitan dengan program MBG. Mengingat anggaran yang digunakan sangat besar dan menyangkut kepentingan masyarakat, pengawasannya harus dilakukan secara serius,” ujar Suadi, Selasa 07 Juli 2026.
Ia juga menilai, aparat penegak hukum tidak perlu menunggu munculnya kasus baru untuk memulai penyelidikan.
Berbagai persoalan yang telah terjadi dalam pelaksanaan program MBG, termasuk dugaan kasus keracunan yang dialami siswa penerima manfaat, dinilai cukup menjadi dasar untuk dilakukan pendalaman.
“Oleh sebab itu, kami meminta Kejaksaan Tinggi Lampung tidak hanya menunggu. Beberapa kali dugaan keracunan siswa setelah mengonsumsi makanan dari program MBG telah terjadi di Lampung. Kasus-kasus yang sudah terjadi harus ditindaklanjuti dan diusut secara tegas,” tegasnya.
ALAM BAKA berharap, tuntutan yang disampaikan melalui aksi ini dapat mendorong Kejati Lampung mengambil langkah hukum yang transparan dan akuntabel, sehingga program Makan Bergizi Gratis benar-benar berjalan sesuai tujuan awal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.