Pernyataan dan data tersebut disampaikan oleh pihak penyelenggara sebagai bagian dari argumentasi dalam penyampaian tuntutan aksi.
Mukhlis mengatakan pemerintah diminta untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut.
"Kami mendorong pemerintah mengambil langkah yang lebih serius dalam mencegah penyebaran dan promosi budaya LGBT, terutama yang menyasar anak-anak dan generasi muda. Perlindungan keluarga serta pendidikan agama dan moral juga harus diperkuat," ujarnya.
Selain tuntutan kepada pemerintah, Mukhlis juga menyampaikan pandangan keagamaan yang menjadi dasar sikap komunitas dalam aksi tersebut.
"Namun harus berlandaskan aturan Allah SWT. Sebagai Muslim, kami meyakini bahwa Allah sebagai Pencipta manusia paling mengetahui apa yang baik dan buruk bagi manusia," tandasnya.
Sementara itu, Polresta Bandar Lampung mengerahkan sedikitnya 305 personel untuk mengamankan jalannya aksi.
Personel ditempatkan di sejumlah titik untuk mengawal perjalanan massa, mengatur arus lalu lintas, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib hingga selesai.
Aksi tersebut menjadi wadah bagi Komunitas Lampung Peduli Umat untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka kepada pemerintah terkait penguatan perlindungan keluarga, anak, serta generasi muda.