Mengganti sikat gigi setiap tiga bulan membantu proses pembersihan menjadi lebih maksimal. Sikat yang sudah rusak biasanya tidak mampu membersihkan plak secara optimal.
2. Mengurangi Konsumsi Minuman Penyebab Noda
Kopi, teh, dan minuman bersoda dapat mempercepat munculnya noda pada gigi.
Jika sulit menghindarinya, gunakan sedotan agar cairan tidak terlalu banyak mengenai permukaan gigi. Setelah mengonsumsi minuman tersebut, berkumur dengan air putih juga dapat membantu mengurangi sisa noda.
3. Memanfaatkan Baking Soda dengan Bijak
Baking soda sering digunakan sebagai bahan alami untuk membantu membersihkan noda ringan pada gigi.
Kandungan abrasif lembut di dalamnya dapat membantu mengangkat kotoran di permukaan enamel. Namun, penggunaannya tidak boleh terlalu sering karena dapat membuat lapisan gigi menipis jika digunakan berlebihan.
Campurkan sedikit baking soda dengan air hingga menjadi pasta, lalu gunakan sesekali sebagai tambahan perawatan, bukan pengganti pasta gigi utama.
4. Menggunakan Buah yang Mengandung Asam Alami
Beberapa buah seperti stroberi dan lemon dipercaya membantu membuat gigi tampak lebih cerah karena mengandung asam alami.
Meski demikian, penggunaan bahan ini harus dilakukan secara hati-hati karena kadar asam yang terlalu tinggi dapat merusak enamel gigi bila digunakan terus-menerus.
Lebih aman mengonsumsi buah secara langsung dibanding menggosokkannya terlalu lama pada gigi.
5. Rutin Membersihkan Karang Gigi
Karang gigi yang menumpuk membuat warna gigi tampak kusam dan kotor.
Membersihkan karang gigi di dokter gigi secara berkala dapat membantu mengembalikan tampilan gigi menjadi lebih bersih dan sehat. Selain itu, langkah ini juga membantu mencegah penyakit gusi dan bau mulut.
Perawatan Medis untuk Memutihkan Gigi
Bagi yang ingin mendapatkan hasil lebih cepat, perawatan medis dapat menjadi pilihan.