Pasca Keluhan Debu PT Semen Baturaja Diminta Tak Cuma Perbaiki Fasilitas, Serta Warga Pertanyakan CSR

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan operasional perusahaan.
Arif Setiawan - Rabu, 26 Agt 2026 - 15:51 WIB
Warga di sekitar kawasan operasional PT Semen Baturaja di Kecamatan Panjang mengeluhkan debu yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan serta mempertanyakan realisasi program CSR
Warga di sekitar kawasan operasional PT Semen Baturaja di Kecamatan Panjang mengeluhkan debu yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan serta mempertanyakan realisasi program CSR - Poto Arif Setiawan

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Persoalan debu yang diduga berasal dari aktivitas PT Semen Baturaja Tbk di Kecamatan Panjang kembali menjadi perhatian warga setelah perusahaan diduga mengalami kerusakan pada fasilitas produksi pada 5 Agustus 2026.

Dugaan Kerusakan tersebut terjadi pada bagian saringan penggiling. Selain itu, perusahaan juga menemukan adanya lubang pada bagian casing antar compartment yang disebut dipicu oleh korosi pada material plat.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan operasional perusahaan.

Saat tim MEDIALAMPUNG.CO.ID turun langsung meninjau ke lokasi pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Advertisements

Warga yang tinggal di sekitar lokasi PT Semen Baturaja menilai pengawasan serta pemeliharaan fasilitas produksi perlu diperkuat untuk mencegah gangguan serupa terulang dan berdampak terhadap lingkungan permukiman.

Keluhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan debu yang mengotori halaman maupun bagian luar rumah.

Sejumlah warga mengaku debu turut masuk ke lingkungan tempat tinggal. Bahkan, partikel debu disebut dapat menempel pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Situasi tersebut membuat warga mempertanyakan langkah pengendalian dampak lingkungan dari aktivitas industri di kawasan Panjang.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Mereka berharap persoalan yang muncul tidak hanya diselesaikan melalui perbaikan teknis terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan.

Bagi masyarakat, pencegahan harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan warga di sekitar perusahaan.

Warga juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan fasilitas produksi, khususnya yang berkaitan dengan potensi kebocoran maupun pelepasan debu ke lingkungan sekitar.

Masyarakat menilai aktivitas industri harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga lingkungan dan kenyamanan warga di sekitar wilayah operasional.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements