Mereka menegaskan bahwa penanganan tidak seharusnya hanya dilakukan setelah persoalan muncul. Pencegahan dan pengawasan secara berkala dinilai menjadi langkah penting agar aktivitas produksi tidak kembali menimbulkan keluhan dari masyarakat sekitar.
Warga pun berharap PT Semen Baturaja dapat memperkuat tanggung jawab terhadap aspek lingkungan dan sosial, seiring dengan keberlangsungan aktivitas industrinya di Kecamatan Panjang.
Diberitakan sebelumnya, Persoalan paparan debu di sekitar kawasan operasional PT Semen Baturaja kembali menjadi perhatian warga.
Selain mengeluhkan debu yang disebut masih terasa di lingkungan permukiman, masyarakat juga memiliki pengalaman berbeda mengenai penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Salah seorang warga bernama Chivu mengklaim bantuan rutin yang sebelumnya diterima warga sudah tidak berjalan sejak 2014.
“Terakhir kali CSR berjalan itu tahun 2014. Sejak saat itu sampai sekarang tidak berjalan lagi,” ungkapnya.
Chivu mengatakan sebelum 2014 warga di wilayahnya rutin mendapatkan sejumlah bantuan, mulai dari hewan kurban hingga paket sembako.
Namun, menurut dia, proposal kegiatan masyarakat belakangan lebih jarang mendapat respons. Bantuan berupa semen disebut sempat diberikan dalam beberapa kesempatan.