Pada 7 Agustus, kebakaran kembali melanda lahan milik PT Lumbung Nusantara Nastiti di Pekon Sukarame, Kecamatan Ngaras. Luasan lahan yang terbakar sekitar 200 meter persegi dan diduga dipicu puntung rokok.
“Selain itu pada 13 Agustus, kebakaran kembali terjadi di Pekon Penggawa V Tengah, Kecamatan Karya Penggawa, dengan luasan sekitar 250 meter persegi yang diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah,” terangnya.
Rangkaian kebakaran belum berhenti. Pada 18 Agustus, kebakaran terjadi di lapangan depan Kantor Lurah Pasar Kota Krui dengan luasan sekitar 250 meter persegi dan kembali dipicu pembakaran sampah.
Kemudian pada 22 Agustus, lahan di wilayah Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, terbakar sekitar 300 meter persegi. Kebakaran tersebut juga diduga akibat aktivitas pembakaran sampah.
“Terakhir, pada 25 Agustus, kebakaran terjadi di Gunung Kemala Timur, Way Krui, dengan luasan sekitar 250 meter persegi yang berdasarkan laporan BPBD dipicu aktivitas pembakaran sampah,” jelasnya.
Herdi menegaskan, pola kejadian tersebut menunjukkan bahwa faktor manusia masih menjadi persoalan utama dalam upaya pencegahan karhutla di Pesbar.
Masyarakat diminta tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi sedang kering.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Kondisi lahan yang kering membuat api sangat mudah menjalar, sehingga aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan harus benar-benar diperhatikan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujarnya.
Di sisi lain, penanganan karhutla di Pesbar masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Salah satu kebutuhan yang belum dimiliki BPBD adalah alat penyemprotan atau tank semprot portabel.
Peralatan tersebut diperlukan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit dimasuki kendaraan pemadam. Kondisi ini menjadi tantangan karena lokasi kebakaran lahan tidak selalu dapat dijangkau langsung kendaraan.
Meski demikian, BPBD Pesbar terus memperkuat kesiapsiagaan personel. Saat ini, BPBD memiliki satuan tugas (satgas) bencana sebanyak 85 orang yang tersebar di 11 kecamatan se-Pesbar.
Keberadaan personel tersebut diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan respons apabila terjadi kebakaran maupun bencana lainnya di wilayah masing-masing.