Untuk motor motocross pada zamannya, angka tersebut tergolong besar.
Apalagi tenaga tersebut disalurkan melalui konstruksi yang dirancang khusus untuk menghadapi medan tanah dan kompetisi off-road.
Karakter mesin dua-tak membuat respons throttle Husqvarna 400 Cross berbeda dari motor empat-tak modern.
Ledakan tenaga yang kuat menjadi salah satu ciri khasnya sekaligus alasan motor tersebut disegani di lintasan.
Kehebatan Husqvarna 400 Cross tidak hanya berasal dari kapasitas mesinnya. Salah satu kunci keberhasilan motor ini adalah kemampuan Husqvarna memadukan mesin besar dengan sasis yang relatif ringan.
Data spesifikasi dari periode tersebut mencatat bobot motor sekitar 105 kilogram.
Husqvarna 400 Cross menggunakan rangka baja model single downtube. Pada bagian depan digunakan suspensi teleskopik, sedangkan bagian belakang mengandalkan sepasang peredam kejut Girling.
Suspensi depan memiliki travel sekitar 152 mm, sementara suspensi belakang sekitar 114 mm.
Konfigurasi tersebut dirancang untuk membantu motor melewati permukaan tanah yang tidak rata dan berbagai rintangan selama balapan.
Perpaduan bobot ringan, mesin bertenaga, dan suspensi yang mendukung kebutuhan off-road membuat 400 Cross memiliki karakter yang kompetitif pada masanya.
Jika dibandingkan dengan sepeda motor modern, perlengkapan Husqvarna 400 Cross terlihat sangat sederhana.
Motor ini menggunakan rem tromol pada roda depan dan belakang. Peleknya menggunakan model jari-jari yang dipasangkan dengan ban khusus medan off-road.