Kemunculan tersebut memberikan dampak besar terhadap popularitas Husqvarna, terutama di Amerika Serikat.
400 Cross yang sebelumnya lebih banyak dikenal di kalangan pembalap dan penggemar off-road kemudian menjadi bagian dari budaya populer otomotif.
Secara visual, Husqvarna 400 Cross memiliki karakter yang sangat kuat. Tangki bahan bakar aluminium, roda jari-jari, spatbor tinggi, jok tunggal, serta knalpot yang ditempatkan tinggi menciptakan tampilan khas motor motocross era 1970-an.
Pada beberapa model awal, perpaduan warna merah dan aluminium mengilap menjadi salah satu identitas yang mudah dikenali.
Detail tangki juga mengalami perubahan sepanjang periode produksinya, termasuk posisi tutup pengisian bahan bakar pada model tertentu.
Kini, desain tersebut justru menjadi salah satu daya tarik utama bagi kolektor sepeda motor klasik.
Meski memiliki desain sederhana, karakter Husqvarna 400 Cross tidak dapat disamakan dengan motor trail modern yang dirancang untuk penggunaan rekreasi.
Mesin dua-tak berkapasitas besar yang dipadukan dengan bobot ringan menghasilkan kombinasi tenaga yang cukup agresif.
Sejumlah sumber menggambarkan motor ini memiliki karakter keras dan membutuhkan kemampuan pengendara untuk mengendalikan tenaganya.
Pada zamannya, karakter tersebut justru menjadi keunggulan karena Husqvarna 400 Cross memang dirancang untuk kebutuhan kompetisi, bukan sekadar kendaraan off-road untuk bersantai.
Lebih dari setengah abad setelah kemunculannya, Husqvarna 400 Cross telah berubah status dari motor balap menjadi benda koleksi bernilai sejarah.