LAMPUNG BARAT – Kehadiran layanan hemodialisis atau cuci darah di RSUD Alimudin Umar Kabupaten Lampung Barat menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan perawatan secara rutin.
Namun, di tengah tingginya kebutuhan, keterbatasan kuota pelayanan masih menjadi persoalan yang diharapkan segera mendapat perhatian. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menambah kapasitas layanan cuci darah agar semakin banyak pasien memperoleh perawatan tanpa harus bepergian ke luar daerah.
Harapan tersebut disampaikan salah satu keluarga pasien di Kabupaten Lampung Barat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Menurutnya, keberadaan layanan cuci darah di RSUD Alimudin Umar telah memberikan kemudahan bagi masyarakat yang sebelumnya harus mendapatkan pelayanan di rumah sakit luar daerah.
“Kami sangat bersyukur sekarang RSUD Alimudin Umar sudah memiliki pelayanan cuci darah. Ini tentu sangat membantu masyarakat Lampung Barat karena tidak perlu lagi selalu pergi ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan tersebut,” katanya.
Meski demikian, ia mengungkapkan keterbatasan kuota membuat sebagian pasien masih harus menunggu untuk mendapatkan layanan cuci darah di rumah sakit tersebut.
“Kami berharap kuota pasien yang mendapatkan pelayanan cuci darah di RSUD Alimudin Umar dapat ditambah. Sebab, masih banyak masyarakat yang membutuhkan dan mengajukan pelayanan di sini, tetapi belum semuanya dapat terlayani karena keterbatasan kapasitas yang tersedia,” ujarnya.
Menurutnya, penambahan kuota bukan sekadar menyangkut jumlah pasien yang dapat dilayani. Bagi keluarga pasien, peningkatan kapasitas tersebut menjadi harapan untuk memperoleh pengobatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau sekaligus mengurangi beban biaya perjalanan.
Terlebih, pasien gagal ginjal harus menjalani cuci darah secara rutin. Kondisi tersebut membuat jarak dan biaya perjalanan menjadi persoalan tersendiri bagi keluarga, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
Ia mengatakan, keluarganya saat ini juga tengah berupaya agar orang tuanya dapat memperoleh layanan cuci darah di RSUD Alimudin Umar. Selama ini, sang orang tua harus menjalani hemodialisis dua kali dalam sepekan di salah satu rumah sakit di Bandar Lampung.
“Kami sudah mengajukan kepada pihak rumah sakit agar orang tua kami dapat diberikan pelayanan cuci darah di RSUD Alimudin Umar. Selama ini beliau harus melakukan cuci darah dua kali seminggu di rumah sakit di Bandar Lampung,” ungkapnya.
Rutinitas tersebut, lanjut dia, bukan perkara mudah bagi keluarga. Perjalanan jauh yang harus ditempuh secara berulang tidak hanya menguras tenaga pasien dan pendamping, tetapi juga menambah beban pengeluaran keluarga.
“Dengan jarak yang cukup jauh dan kondisi lainnya, tentu bukan hanya menguras energi, tetapi juga ekonomi keluarga. Karena itu, kami sangat berharap pelayanan cuci darah di RSUD Alimudin Umar semakin ditingkatkan, termasuk penambahan kuota pasien,” tuturnya.