Upaya pencegahan juga terus didorong melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, memastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik, menerapkan etika batuk serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
“Pencegahan harus dilakukan bersama. Kita mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan sirkulasi udara di dalam rumah baik, menerapkan etika batuk dan segera memeriksakan diri apabila muncul gejala yang mengarah kepada TBC,” imbuhnya.
Kegiatan tracing dan CKG tersebut dilaksanakan secara bergilir di lima pekon dan satu kelurahan yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Sumberjaya. Pelaksanaannya telah dimulai sejak Senin dan akan dilakukan secara bertahap di wilayah sasaran.
Menurut Minarni, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menemukan kasus TBC sedini mungkin. Kesadaran untuk memeriksakan diri ketika muncul gejala menjadi langkah awal dalam mencegah penularan yang lebih luas.
“Harapan kami masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Jangan menunggu sakit menjadi berat untuk datang ke Puskesmas. Dengan deteksi dini, pemeriksaan dan pengobatan yang tepat, kita bisa bersama-sama memutus mata rantai TBC,” pungkasnya.
Melalui integrasi tracing TBC dengan program CKG, Puskesmas Sumberjaya berupaya memperluas deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih aktif menjaga kesehatan, mengenali gejala sejak awal dan segera mendapatkan penanganan ketika ditemukan indikasi TBC.