Meski demikian, berbagai ikhtiar tersebut, kata Mirza, perlu dibarengi dengan doa dan kepasrahan kepada Allah SWT.
"Karena itu, ini adalah momen bagi kita untuk memperbanyak istighfar. Kita mohon ampun atas segala kekhilafan dan sekaligus memperkuat keteguhan kita kepada Allah SWT," katanya.
Gubernur juga mengajak masyarakat membersihkan hati, meninggalkan kebencian dan dendam, serta memperkuat niat untuk bertobat dengan penuh keikhlasan.
Ia berharap doa yang dipanjatkan melalui Salat Istisqa dapat menjadi jalan bagi turunnya hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat Lampung.
"Mari kita ketuk pintu langit. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa kita, menerima taubat kita, dan segera menurunkan hujan yang berkah, yang menghidupkan bumi yang mati serta membawa manfaat bagi kelangsungan hidup kita," tutur Mirza.
Tidak hanya dilaksanakan di lingkungan Kantor Gubernur Lampung, Mirza mengajak masyarakat di berbagai daerah untuk menggelar Salat Istisqa secara bersama-sama.
Ia mendorong pelaksanaan salat tersebut di masjid, pondok pesantren, tempat ibadah, maupun lokasi lain yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat.
"Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan segera menurunkan hujan untuk daerah yang kita cintai ini," ujarnya.
Kegiatan Salat Istisqa di Lapangan Korpri dihadiri ulama, kiai, tokoh masyarakat, serta jamaah.
Setelah sambutan gubernur, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan Salat Istisqa sebelum salat berjamaah dimulai.
Salat Istisqa merupakan salat sunah yang dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, terutama ketika suatu wilayah mengalami kekeringan atau kemarau berkepanjangan.