PESISIR BARAT – Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) tidak mengganggu operasional penerbangan perintis di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar).
Berdasarkan pemantauan pihak bandara, penerbangan pada Selasa dan Rabu, 8–9 September 2026, berlangsung lancar sesuai jadwal. Hingga Kamis, 10 September 2026, belum terdapat perubahan jadwal penerbangan yang disebabkan oleh kondisi tersebut.
Kondisi itu menjadi kabar positif bagi pengguna jasa penerbangan perintis di Pesbar. Di tengah perkembangan aktivitas vulkanik dan potensi sebaran abu, operasional penerbangan di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas tetap berjalan normal.
Kasatpel Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Azis Lian, mengatakan penerbangan pada Selasa dan Rabu berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pihak bandara juga terus memantau kondisi di lapangan, khususnya cuaca dan kemungkinan sebaran abu vulkanik yang dapat memengaruhi operasional penerbangan.
“Alhamdulillah, untuk penerbangan pada Selasa dan Rabu, 8 dan 9 September, tidak ada kendala. Penerbangan sesuai jadwal tersebut berjalan lancar,” kata Azis, Kamis, 10 September 2026.
Menurutnya, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas memiliki jadwal penerbangan perintis sebanyak tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Rabu, dan Jumat.
Karena penerbangan pada dua hari sebelumnya telah terlaksana dengan baik, pihak bandara berharap penerbangan pada Jumat, 11 September 2026, juga dapat berlangsung tanpa kendala.
Hingga Kamis, belum ada informasi mengenai perubahan jadwal penerbangan untuk Jumat. Dengan demikian, penerbangan masih direncanakan berlangsung seperti biasa dengan tetap mempertimbangkan kondisi aktual dan aspek keselamatan.
“Untuk jadwal penerbangan Jumat, 11 September 2026, sampai saat ini belum ada perubahan. Mudah-mudahan tidak ada kendala dan penerbangan tetap dapat berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.
Azis menambahkan, kondisi abu vulkanik tetap menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pemantauan operasional bandara. Material vulkanik di udara dapat menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam penerbangan sehingga perkembangan aktivitas GAK tetap dipantau, meskipun penerbangan sebelumnya berjalan lancar.
Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan informasi dan perkembangan kondisi di lapangan. Apabila terjadi perubahan yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan, penyesuaian akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk kondisi di bandara terus kami monitor. Sejauh ini tidak ada kendala dan penerbangan berjalan lancar sesuai jadwal,” pungkasnya. (*)