Di Kecamatan Panjang, beberapa titik juga tercatat tidak memenuhi baku mutu untuk parameter PM10. Pengukuran menunjukkan kadar PM10 sebesar 87 mikrogram per meter kubik di Jalan Trans Sumatra, 100 mikrogram per meter kubik di Jalan Selat Malaka 8, 76 mikrogram per meter kubik di Jalan Yos Sudarso, 77 mikrogram per meter kubik di Gang 2 Pemandangan, dan 81 mikrogram per meter kubik di Gang Rajawali.
Peningkatan konsentrasi PM10 juga ditemukan di sejumlah titik lainnya, termasuk Kedaton, Way Kandis, Kemiling, Korpri, Pinang Jaya, Rajabasa Indah, Simpur, Sukamaju, Sukaraja dan Bumi Waras.
Di Kedaton, kadar PM10 tercatat 105 mikrogram per meter kubik di Puskesmas Kedaton, 110 mikrogram per meter kubik di Pasar Koga, dan 130 mikrogram per meter kubik di Pasar Tempel Way Halim.
Sementara di Way Kandis, kadar PM10 mencapai 97 mikrogram per meter kubik di Jalan Mawar V dan Jalan Ratudibalau Nomor 10.
Pengukuran di Kecamatan Kemiling juga menemukan satu titik yang melebihi baku mutu, yakni Jalan T. Cik Ditiro, Kelurahan Sumberrejo Sejahtera, dengan kadar PM10 sebesar 95 mikrogram per meter kubik.
Di Pasar Korpri Raya, kadar PM10 mencapai 103 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, Kelurahan Sumber Agung, Pinang Jaya, mencatat konsentrasi PM10 sebesar 91,66 mikrogram per meter kubik.
Kemudian, Puskesmas Rajabasa Indah mencatat kadar PM10 sebesar 83 mikrogram per meter kubik, sedangkan Jalan ZA Pagar Alam mencapai 90 mikrogram per meter kubik.
Pada pengukuran 6 September, kadar PM10 di kawasan Pasar Tamin, Simpur, juga tercatat 82 mikrogram per meter kubik. Sementara di kawasan Bumi Waras, kadar PM10 mencapai 94 mikrogram per meter kubik dan di Bumi Raya mencapai 135 mikrogram per meter kubik.
Meski sejumlah wilayah mengalami peningkatan partikulat, tidak seluruh kawasan Bandar Lampung menunjukkan kadar PM di atas ambang batas.
Sejumlah wilayah masih memenuhi syarat untuk seluruh parameter yang diukur, baik PM2.5 maupun PM10. Wilayah tersebut antara lain Beringin Raya, Campang Raya, Kampung Sawah, Kebon Jahe, Labuhan Ratu, Palapa, Permata Sukarame, Satelit, Segala Mider, Sukabumi pada pengukuran 6 September, Sukarame, Sumur Batu, Susunan Baru, Way Halim, Way Halim 2, serta Way Laga.
Muhtadi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap paparan debu vulkanik, terutama warga yang berada di wilayah dengan konsentrasi partikulat tinggi.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk serta menggunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup partikel debu.