Antrean BBM di Lampung Makin Panjang, DPRD Lampung Ajukan Tambahan Kuota 120 Ribu KL

DPRD Lampung meminta tambahan kuota BBM 120 ribu kiloliter setelah antrean di SPBU meluas hingga kawasan perkotaan.
Krisna Jeri - Senin, 14 Sep 2026 - 16:30 WIB
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Lampung semakin panjang. Pengemudi disebut harus menunggu hingga tiga hari, sementara DPRD mendorong tambahan kuota BBM sebesar 120 ribu kiloliter.
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Lampung semakin panjang. Pengemudi disebut harus menunggu hingga tiga hari, sementara DPRD mendorong tambahan kuota BBM sebesar 120 ribu kiloliter. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Dalam kondisi tertentu, mereka bahkan rela beristirahat atau tidur di bawah kendaraan sambil menunggu giliran.

Menurut Iswan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama kendaraan yang digunakan untuk menunjang kegiatan ekonomi dan distribusi barang.

Antrean yang semakin meluas ke wilayah perkotaan juga dinilai menjadi tanda bahwa persoalan ketersediaan BBM tidak lagi hanya dirasakan masyarakat di daerah tertentu.

DPRD Provinsi Lampung menegaskan akan terus mengawal proses permohonan tambahan kuota BBM tersebut.

Advertisements

Upaya itu dilakukan agar kebutuhan BBM masyarakat dapat segera terpenuhi dan antrean di sejumlah SPBU bisa dikurangi.

Iswan mengatakan, jika antrean terus berlangsung dan meluas, dampaknya tidak hanya dirasakan pengendara.

Kondisi tersebut juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi serta distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.

Karena itu, DPRD Lampung berharap tambahan kuota sebesar 120 ribu kiloliter atau sekitar 15 persen dapat segera diproses dan direalisasikan.

Advertisements

Langkah tersebut diharapkan mampu membantu mengurai antrean BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Lampung sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan distribusi barang.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements