LAMPUNG BARAT – Kebakaran melanda areal perkebunan kopi di Pemangku 4, Pekon Tebaliokh, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Sedikitnya 1.500 batang tanaman kopi terdampak dalam peristiwa tersebut. Sebagian tanaman bahkan hangus terbakar setelah api menjalar ke areal perkebunan.
Areal perkebunan tersebut merupakan lahan milik PLTMH Waykuol yang selama ini dikelola petani setempat. Tanaman kopi di lahan tersebut sebelumnya telah mendapatkan perawatan sehingga kebakaran menimbulkan kerugian bagi pengelola.
Aparatur Pekon Tebaliokh, Suryadi, mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 14.00 WIB. Saat api muncul, petani yang mengelola lahan sedang tidak berada di lokasi sehingga sumber awal kebakaran belum diketahui.
“Api diketahui sekitar pukul 14.00 WIB. Untuk penyebabnya belum diketahui karena petani yang mengelola lahan sedang tidak berada di kebun,” ujar Suryadi.
Menurut Suryadi, api kemudian menjalar ke sejumlah bagian areal perkebunan dan membakar tanaman kopi. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 1.500 batang kopi terdampak akibat kebakaran tersebut.
Ia menegaskan, tanaman yang terbakar bukan kopi yang baru ditanam. Tanaman tersebut sudah berkembang dan tengah berada dalam fase pengembangan sebelum memasuki masa berbuah.
“Kopi yang terbakar itu bukan baru ditanam, tetapi sudah dalam fase mengembang dan sedang dipersiapkan menuju masa berbuah. Jadi tentu ada kerugian bagi petani karena tanaman tersebut sudah dirawat,” katanya.
Besaran kerugian akibat kebakaran tersebut hingga kini belum dapat dihitung secara keseluruhan. Selain kerusakan fisik pada tanaman, petani juga berpotensi kehilangan hasil produksi dari tanaman yang seharusnya mulai memasuki masa produktif.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tanaman kopi membutuhkan waktu dan perawatan cukup panjang untuk mencapai fase produktif. Kerusakan saat tanaman memasuki tahap pengembangan menuju masa berbuah membuat petani tidak hanya kehilangan tanaman, tetapi juga biaya dan waktu perawatan yang telah dikeluarkan.
Meski demikian, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke bagian perkebunan lainnya. Kondisi lokasi setelah kebakaran juga telah dinyatakan aman.
“Kami bersyukur api sudah padam. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran di lahan perkebunan,” pungkasnya.