Temukan 168 Kasus TBC, Dinkes Pesbar Perkuat Skrining dan Investigasi Kontak

Dinkes Pesbar menemukan 168 kasus TBC dari target 455 kasus atau 36,92 persen, sementara skrining dan investigasi kontak terus diperkuat.
gambar-user/R7Evkfp2NT19GsKJWnQmQ7oszupwRFyY6wKB7Pfb.webp
Budi Setiawan - Rabu, 16 Sep 2026 - 17:04 WIB
Dinkes Pesisir Barat memperkuat skrining dan investigasi kontak untuk mempercepat penemuan kasus TBC. Hingga 2026, sebanyak 168 kasus ditemukan dari target 455 kasus.
Dinkes Pesisir Barat memperkuat skrining dan investigasi kontak untuk mempercepat penemuan kasus TBC. Hingga 2026, sebanyak 168 kasus ditemukan dari target 455 kasus. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Pemeriksaan tidak hanya diarahkan kepada anggota keluarga yang tinggal serumah, tetapi juga kontak erat yang berpotensi mengalami paparan. Mereka yang menunjukkan gejala perlu segera diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya kasus baru sejak dini.

Selain menemukan dan mengobati pasien, Dinkes Pesbar juga mendorong peningkatan cakupan Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi kontak serumah maupun kontak erat yang memenuhi persyaratan.

“Pemberian TPT tersebut harus diikuti pemantauan kepatuhan sehingga terapi dapat diselesaikan sesuai ketentuan. Langkah itu dinilai penting untuk menekan risiko berkembangnya infeksi menjadi penyakit TBC aktif,” katanya.

Pada sisi diagnosis, fasilitas pelayanan kesehatan diarahkan mengoptimalkan pemanfaatan Tes Cepat Molekuler (TCM) serta pemeriksaan penunjang lainnya sesuai indikasi.

Advertisements

Sementara pasien yang telah menjalani pengobatan tetap harus dipantau secara berkala. Pemantauan tersebut mencakup pelacakan pasien yang mangkir, pemberian pendampingan, hingga memastikan seluruh rangkaian pengobatan diselesaikan.

Masih kata Lisma, dari 168 kasus TBC yang tercatat, sebanyak 22 kasus dinyatakan sembuh dan tujuh kasus telah menyelesaikan pengobatan. Sementara kasus lainnya masih dalam proses pengobatan.

Data tersebut menunjukkan pentingnya pendampingan terhadap pasien agar pengobatan tidak terputus dan keberhasilan terapi dapat terus ditingkatkan.

Penemuan kasus juga diarahkan kepada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, antara lain penderita HIV, diabetes melitus, anak, serta kelompok rentan lainnya.

Advertisements

“Percepatan penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari penemuan kasus, pemeriksaan, pengobatan hingga pendampingan pasien sampai sembuh,” ujarnya.

Ditambahkannya, Dinkes Pesbar selanjutnya akan melakukan monitoring dan evaluasi capaian indikator program secara berkala. Langkah tersebut termasuk memberikan tindak lanjut terhadap fasilitas kesehatan yang capaiannya masih belum memenuhi target.

Pencatatan dan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) juga terus diperhatikan agar data yang tersedia lengkap, tepat waktu, dan dapat menggambarkan kondisi di lapangan.

“Melalui penguatan tersebut, percepatan program TBC di Pesbar diarahkan pada peningkatan penemuan kasus, perluasan cakupan TPT, serta peningkatan keberhasilan pengobatan sebagai bagian dari upaya mencapai target eliminasi TBC pada 2030,” pungkasnya. (*)

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements