Pembelian emas pada 14 September 2026 dengan harga Rp 2.602.000 per gram mencatat potensi kerugian sebesar 5,34%.
Sementara itu, investor yang membeli emas pada 21 Agustus 2026 dengan harga Rp 2.725.000 per gram berpotensi merugi 9,61%.
Pembelian pada 21 Juni 2026 dengan harga Rp 2.668.000 per gram mencatat potensi kerugian 7,68%. Adapun pembelian pada 21 Maret 2026 dengan harga Rp 2.893.000 per gram berpotensi merugi 14,86%.
Investor yang membeli emas pada 21 Desember 2025 dengan harga Rp 2.491.000 per gram juga masih mencatat potensi kerugian sebesar 1,12%.
Sebaliknya, investor yang membeli emas pada 21 September 2025 dengan harga Rp 2.122.000 per gram berpotensi memperoleh keuntungan sebesar 16,07%.
Pembelian pada 21 Juni 2025 dengan harga Rp 1.942.000 per gram mencatat potensi keuntungan 26,83%. Sementara itu, pembelian pada 21 Maret 2025 dengan harga Rp 1.779.000 per gram berpotensi menghasilkan keuntungan 38,45%.
Adapun investor yang membeli emas pada 21 Desember 2024 dengan harga Rp 1.533.000 per gram berpotensi memperoleh keuntungan sebesar 60,67%.
Simulasi tersebut menunjukkan bahwa potensi keuntungan investasi emas Antam sangat dipengaruhi oleh harga pembelian dan harga buyback saat penjualan.
Perhitungan ini merupakan ilustrasi berdasarkan data harga yang tersedia dan belum memperhitungkan biaya lain yang mungkin timbul dalam transaksi emas.