RKA DLH, DPRD Pertanyakan Kajian Lingkungan Angkasa Land

Anggota Komisi III DPRD Bandar Lampung Zainal Abidin mempertanyakan pengerukan bukit dan sistem pengendalian air proyek Angkasa Land.
Krisna Jeri - Jumat, 06 Nov 2026 - 16:32 WIB
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Zainal Abidin menyoroti aktivitas pengerukan bukit di kawasan Gunung Kucing untuk pembangunan perumahan Angkasa Land. Ketinggian pengerukan diperkirakan mencapai 35 meter dari as jalan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Zainal Abidin menyoroti aktivitas pengerukan bukit di kawasan Gunung Kucing untuk pembangunan perumahan Angkasa Land. Ketinggian pengerukan diperkirakan mencapai 35 meter dari as jalan. - Krisna Jeri

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Aktivitas pengerukan bukit di kawasan Gunung Kucing, Kota Bandar Lampung, untuk rencana pembangunan perumahan Angkasa Land menjadi perhatian DPRD Kota Bandar Lampung.

Selain persoalan ketinggian bukit yang tergerus, dewan turut menyoroti sistem pengendalian air, pembangunan talud, hingga potensi ancaman banjir dan longsor bagi permukiman warga.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Zainal Abidin, mengungkapkan sejumlah temuan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengerukan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketinggian bukit yang telah tergerus, diperkirakan mencapai 30 hingga 35 meter dari as jalan.

Advertisements

Menurut Zainal, kondisi tersebut berbeda dengan keterangan pihak pengembang ketika dimintai penjelasan dalam pembahasan bersama DPRD.

"Ketika kita panggil pihak pengusaha, dalam hal ini Angkasa, kita pernah tanyakan berapa ketinggian gunung yang digerus. Mereka menyampaikan sekitar 7 sampai 15 meter. Tetapi faktanya di lapangan hampir mencapai 35 meter dari as jalan," ungkap Zainal dalam rapat RKA bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Jumat 06 November 2026.

Ia menilai perbedaan keterangan tersebut perlu menjadi perhatian, mengingat aktivitas pengerukan dalam skala besar berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan perbukitan.

Zainal mengkhawatirkan perubahan kontur bukit dapat meningkatkan risiko longsor maupun banjir, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.


Advertisements

Selain ketinggian pengerukan, Zainal turut mempertanyakan kapasitas saluran pembuangan air atau gorong-gorong yang dibangun pengembang.

Menurutnya, ukuran gorong-gorong yang tersedia dinilai perlu dievaluasi karena harus menampung aliran air dari kawasan perbukitan ketika hujan deras.

"Gorong-gorong yang dibuat itu tidak lebih dari 60 sentimeter. Sementara debit air dari atas, ketika curah hujan tinggi, tentu sangat besar. Ini yang menjadi kekhawatiran kita," tegasnya.

Ia meminta aspek teknis pengendalian air diperhatikan secara serius agar aliran air dari kawasan bukit tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan permukiman di sekitarnya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements