“Jalan boleh kita bangun, ekonomi boleh kita kejar, tapi kalau sumber air mati karena pohon habis, semua selesai. Konservasi ini bukan jargon, ini kebutuhan hidup,” kata Parosil.
Ia berharap penanaman pohon tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Bibit yang telah ditanam harus dirawat agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial menyatakan dukungannya terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan Lampung Barat sebagai kabupaten konservasi.
Menurut Edi, kegiatan penanaman pohon tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa setiap kebijakan pembangunan perlu mempertimbangkan aspek lingkungan.
“Penanaman hari ini jadi pengingat bahwa keputusan yang kita buat di gedung ini harus ramah lingkungan,” ujar Edi.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Forkopimda Lampung Barat turut melakukan penanaman pohon secara bergantian.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyiraman bibit secara bersama-sama. Penanaman pohon alpukat dan durian itu menjadi simbol pada usia ke-35 Lampung Barat bahwa pembangunan terus berjalan, tetapi kelestarian alam tetap menjadi bagian penting dari masa depan daerah.