LAMPUNG BARAT – Sebanyak 13 kandidat mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk memperebutkan sejumlah posisi strategis dalam tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Lampung Barat. Seleksi ini menjadi tahapan penting untuk menjaring calon pengurus yang kompeten dan mampu meningkatkan kinerja perusahaan daerah.
Pelaksanaan UKK berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu (26–28 Oktober 2026), di Gedung Balai Besar Bahasa, lantai I, Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Lampung (Unila).
Sekretaris Tim Panitia Seleksi (Pansel), M. Agus Setiawan, S.E., M.M., mengatakan seluruh peserta yang mengikuti UKK merupakan kandidat yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi.
“Seluruh peserta hadir mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan,” ujar Agus saat mendampingi Ketua Tim Pansel Pirwan, S.E., M.M., Selasa (27/10).
Agus menjelaskan, seleksi tersebut dilaksanakan untuk mengisi sejumlah posisi pada tiga perusahaan daerah, yakni PT BPRS Lampung Barat (Perseroda), PT Pesagi Mandiri (Perseroda), dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Limau Kunci.
Dari total 13 peserta, empat kandidat mengikuti seleksi untuk formasi di PT BPRS Lampung Barat, yakni Sumadi, S.I.P., M.M., Budi Rahayu, S.E., M.Ec.Dev., Basuki Rahmat, S.Sos., M.P., dan Rahmad Dian Murtado, S.I.P.
Sementara itu, enam kandidat bersaing untuk formasi di PT Pesagi Mandiri. Mereka adalah Azis Husein Hermansya, S.Sos., Abdul Rosyid, S.Ag., Darwin Sugandi, S.E., M.M., Adi Ridwan, Hendra Alpiyadi, dan Alipya.
Adapun tiga kandidat yang mengikuti seleksi untuk Perumda Air Minum Limau Kunci terdiri dari Rismayati, S.E., Suherman, S.I.P., dan Heri Agustiawan, S.Sos.
Dalam pelaksanaan UKK, Pansel melibatkan enam asesor untuk menilai kemampuan dan kelayakan para kandidat. Keenam asesor tersebut yakni Drs. Nukman, M.M., Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., Dr. Nur Efendi, S.Sos., M.Si., Dr. Jeni Wulandari, S.A.B., M.Si., serta Mirwan, S.E., M.M.
Agus menerangkan, rangkaian seleksi diawali dengan psikotes pada Senin (26/10). Tahapan berikutnya berupa uji kompetensi pada Selasa (27/10), kemudian dilanjutkan dengan wawancara dan presentasi makalah pada Rabu (28/10).
Menurutnya, setiap tahapan dirancang untuk menggali kemampuan, pengalaman, pemahaman, serta kesiapan peserta dalam menjalankan tanggung jawab sesuai dengan posisi yang dilamar.
Penilaian tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan kandidat yang memenuhi kualifikasi untuk mengisi posisi strategis di masing-masing BUMD. Selain kompetensi, integritas dan kemampuan manajerial juga menjadi aspek yang diperhatikan dalam proses penjaringan calon pengurus.