BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat melalui gerakan BALAM READS (Read, Engage, Access, Digital Society).
Gerakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan diseminasi pelaksanaan milestone jangka pendek proyek perubahan BALAM READS yang digelar pada Sabtu 7 November 2026.
Inisiatif ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi layanan perpustakaan digital BUKA BUKU sekaligus memperluas budaya membaca di tengah perkembangan teknologi.
Dalam kegiatan tersebut, Project Leader sekaligus Kepala Dispusip Kota Bandar Lampung, Hidayat Ismet, memaparkan bahwa proyek perubahan BALAM READS berangkat dari kebutuhan perpustakaan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.
"Perubahan yang kami lakukan melalui BALAM READS berangkat dari satu pemikiran mendasar, perpustakaan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi," kata Hidayat.
Ia menegaskan, fokus utama gerakan BALAM READS bukan membangun platform atau aplikasi baru, melainkan mengoptimalkan layanan digital BUKA BUKU yang telah dimiliki Pemerintah Kota Bandar Lampung agar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat.
"BALAM READS bukan membangun aplikasi baru, melainkan menggerakkan perubahan agar BUKA BUKU yang telah tersedia dapat dikenal, diakses, dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat," ujarnya.
Dalam pemaparannya, Hidayat juga mengidentifikasi empat aspek permasalahan utama yang menjadi tantangan pengembangan literasi digital. Keempat aspek tersebut meliputi sumber daya manusia aparatur, metode promosi yang masih konvensional, ketersediaan koleksi dan konten elektronik, serta lingkungan literasi.
Menurutnya, keberhasilan layanan perpustakaan digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga tingkat pengenalan, aksesibilitas, dan pemanfaatannya oleh masyarakat.
"Tantangannya bukan sekadar menyediakan teknologi, tetapi memastikan teknologi tersebut dikenal, diakses, dan dimanfaatkan masyarakat," tegas Hidayat.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, BALAM READS menerapkan strategi 3E yang terdiri atas Educate, Engage, dan Empower.
Tahap Educate berfokus pada pengenalan dan penyampaian informasi kepada masyarakat. Selanjutnya, Engage diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan serta mengaktifkan partisipasi masyarakat. Sementara itu, Empower bertujuan memberdayakan masyarakat agar mampu menjadi bagian dari penggerak budaya literasi digital.