PESISIR BARAT – Peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) terus diperkuat agar tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan dasar masyarakat yang terintegrasi.
Penguatan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2026 yang digelar di Aula Lamban Djoeang Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, Selasa (6/10).
Kegiatan itu dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Pesbar Dian Hardiyanti Dedi, Kepala Dinas Kesehatan Pesbar Septono, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta peserta kegiatan.
Dalam sambutannya, Dian Hardiyanti Dedi mengatakan Posyandu merupakan bagian dari lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan yang menjadi wadah partisipasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan.
Menurutnya, keberadaan Posyandu memiliki peran strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, penguatan Posyandu perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai sektor.
“Posyandu tidak lagi hanya bergerak di bidang kesehatan, tetapi memiliki peran dalam berbagai pelayanan dasar masyarakat,” kata Dian.
Ia menjelaskan, cakupan pelayanan Posyandu kini berkaitan dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Dengan cakupan tersebut, Posyandu diharapkan mampu menjadi pusat pelayanan dasar terpadu yang lebih dekat dengan masyarakat. Keberadaannya dinilai penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” jelasnya.
Di bidang kesehatan, lanjut Dian, saat ini tengah berlangsung transformasi layanan kesehatan primer dengan memperkuat pelayanan kesehatan dasar serta mengutamakan upaya promotif dan preventif.
Transformasi tersebut juga didukung inovasi, pemanfaatan teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kerja sama lintas sektor.
“Transformasi tersebut juga didukung inovasi, pemanfaatan teknologi, pemberdayaan masyarakat dan penguatan kerja sama lintas sektor. Karena itu, seiring perubahan Pokjanal Posyandu menjadi Tim Pembina Posyandu, diperlukan koordinasi dan pembinaan yang lebih kuat agar pelaksanaan program di tingkat masyarakat dapat berjalan optimal,” terangnya.
Dian berharap penguatan peran tersebut mampu mendorong Posyandu di Kabupaten Pesbar menjadi wadah pelayanan masyarakat yang semakin aktif dan responsif terhadap kebutuhan di tingkat pekon maupun kelurahan.