Salah satu varian yang dikenal luas adalah seri 11, yang menggunakan mesin empat silinder berkapasitas sekitar 1,9 liter pada sejumlah versi.
Sementara itu, model 15-Six yang diperkenalkan pada 1938 mengusung mesin enam silinder segaris berkapasitas sekitar 2,9 liter.
Varian 15-Six dikenal karena menawarkan performa lebih tinggi. Di Prancis, model tersebut mendapat julukan Reine de la Route, yang berarti “Ratu Jalan Raya”, berkat reputasinya sebagai kendaraan yang nyaman dan cepat untuk zamannya.
Meski demikian, spesifikasi Traction Avant tidak bisa disamaratakan untuk seluruh unit.
Kapasitas mesin, tenaga, dimensi, dan perlengkapan dapat berbeda berdasarkan varian serta tahun produksi. Karena itu, data teknis perlu merujuk pada model tertentu agar tidak menimbulkan kekeliruan.
Citroën Traction Avant diproduksi dari 1934 hingga 1957. Perjalanan lebih dari dua dekade tersebut melewati berbagai perubahan besar di Eropa, termasuk Perang Dunia II.
Di balik inovasinya, pengembangan Traction Avant juga membawa konsekuensi finansial bagi Citroën.
Investasi besar untuk pengembangan kendaraan dan pembaruan fasilitas produksi menambah tekanan terhadap kondisi keuangan perusahaan.
Pada akhir 1934, Michelin mengambil alih Citroën untuk membantu menyelamatkan bisnis tersebut.
Setelah melewati masa perang, produksi Traction Avant berlanjut dengan berbagai penyempurnaan.
Berdasarkan catatan sejarah perusahaan, total produksinya mencapai sekitar 759.000 unit sebelum berakhir pada 1957.