Peninjauan itu sempat menumbuhkan harapan masyarakat agar pembangunan jembatan perintis segera direalisasikan. Namun, hingga kini warga masih menunggu kepastian tindak lanjut dan jadwal pelaksanaan pembangunan tersebut.
Masyarakat berharap Pemkab Lampung Barat melalui BPBD dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan rencana pembangunan, termasuk kepastian waktu pengerjaannya.
Warga menilai, mengandalkan jembatan darurat berbahan bambu dan kayu bukanlah solusi jangka panjang. Selain rentan rusak ketika banjir kembali terjadi, kondisi tersebut juga berpotensi menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, warga berharap persoalan jembatan tersebut tidak berhenti sebatas peninjauan lapangan, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret agar akses penghubung di Pemangku Tunas Jaya dapat kembali berfungsi secara aman dan layak.
Hingga berita ini disusun, kepastian waktu pembangunan jembatan perintis di Pekon Sumber Alam masih dinantikan masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan kejelasan agar kebutuhan akses penghubung yang vital bagi aktivitas sehari-hari dan perekonomian mereka dapat segera terpenuhi. (*)