LAMPUNG UTARA – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terus memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC).
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular DBD dan TBC yang diselenggarakan Kelompok Kerja (Pokja) IV TP PKK Lampung Utara di Aula Desa Kembang Tanjung, Kecamatan Abung Selatan, Selasa, 27 Oktober 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dibuka langsung Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Utara, drg. Meri Farida Hamartoni. Ia didampingi Ketua I TP PKK Bety Viviyanti Romli, Ketua III Huzaimah, Ketua IV dr. Artyca Wahyu Utami, serta Sekretaris TP PKK Hana Kurniati.
Turut hadir Camat Abung Selatan Agus Rama Halik, Ketua TP PKK Kecamatan Abung Selatan Destri Emilda, Kepala Desa Kembang Tanjung, Kepala Puskesmas Abung Selatan, serta jajaran pengurus TP PKK tingkat kecamatan dan desa.
Dalam laporannya, perwakilan Pokja IV TP PKK Lampung Utara, Eli Lukitasari, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menekan penyebaran penyakit DBD dan TBC.
Menurutnya, upaya pencegahan kedua penyakit tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kesadaran masyarakat, penerapan pola hidup sehat, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari jentik nyamuk.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan DBD dan TBC tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, para kader kesehatan dan pengurus PKK diharapkan dapat menjadi penggerak sekaligus penyambung informasi dengan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh selama sosialisasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Pencegahan penyakit harus menjadi gerakan bersama. Dari kita, oleh kita dan untuk kita,” tutupnya.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Lampung Utara berharap kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan penyakit menular semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat dan masyarakat yang terlindungi dari ancaman DBD maupun TBC. (*)