Sementara itu, sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar murah tersebut. Mereka menilai harga Minyakita yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di warung maupun pasar.
Salah seorang warga Pasar Liwa, Lina, mengaku sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan stok. Menurutnya, selisih harga yang lebih murah cukup membantu pengeluaran rumah tangga sehari-hari.
“Kalau beli di luar harganya lebih mahal. Jadi begitu ada operasi pasar murah seperti ini kami sangat terbantu,” ujarnya.
Warga berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar secara rutin, terutama saat harga bahan pokok mengalami kenaikan. Selain membantu masyarakat kecil, operasi pasar juga dinilai mampu menjaga kestabilan harga di tingkat pedagang.
Dengan ludesnya 6.000 liter Minyakita selama operasi pasar berlangsung, Pemkab Lampung Barat berharap kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng tetap terpenuhi dan daya beli masyarakat terus terjaga.