“Wilayah kami memang sangat rentan terhadap bencana. Karena itu, pembangunan pengaman pantai ini sangat dinantikan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di sini,” ujar Sahrudin.
Dalam kesempatan yang sama, Satuan Kerja BBWS Mesuji-Sekampung Samuel Wahyuratmoko menjelaskan bahwa rencana pembangunan pengaman pantai di Pekon Mandiri Sejati sebenarnya telah masuk dalam agenda penanganan sejak tahun 2014. Namun, berbagai kendala membuat proyek tersebut baru dapat direalisasikan pada tahun 2026.
“Perencanaan pembangunan ini sebenarnya sudah cukup lama, sejak tahun 2014. Namun baru tahun ini dapat direalisasikan sehingga kami berharap dukungan dari seluruh pihak agar pelaksanaannya berjalan lancar,” kata Samuel.
Ia menjelaskan, pada perencanaan awal panjang bangunan pengaman pantai mencapai 400 meter. Namun akibat kebijakan efisiensi anggaran, pekerjaan yang dapat direalisasikan tahun ini sepanjang sekitar 150 meter dengan nilai anggaran mencapai Rp17 miliar.
Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Bumi Palapa Perkasa dan ditargetkan rampung pada November hingga Desember 2026. Setelah selesai, struktur pengaman pantai diharapkan mampu mengurangi dampak abrasi dan ancaman gelombang laut terhadap permukiman warga.
“Target kami pekerjaan selesai tahun ini, sekitar November hingga Desember. Setelah itu diharapkan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Samuel menambahkan, penggunaan konstruksi beton dalam pembangunan itu merupakan hasil kajian teknis dan rekomendasi teknik pantai yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah pesisir setempat.
Sementara itu, PPK Ketut Purne menjelaskan bahwa sebelum pekerjaan dimulai, tim teknis telah melakukan berbagai survei dan kajian lapangan untuk menentukan desain konstruksi yang paling sesuai dengan kondisi pantai di Pekon Mandiri Sejati.
Ia menerangkan, bangunan pengaman pantai akan menggunakan konstruksi buis beton dengan pondasi bawah selebar 12 meter ke arah laut. Struktur tersebut dirancang berbentuk reflektor untuk memecah energi gelombang laut sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap kawasan pesisir yang selama ini rawan abrasi.
“Pengkajian teknis sudah dilakukan sebelumnya. Konstruksi yang digunakan berupa buis beton dengan pondasi bawah selebar 12 meter dan berbentuk reflektor. Harapannya pada Januari 2027 mendatang bangunan ini sudah dapat berfungsi dan memberikan perlindungan bagi masyarakat,” katanya.
Ketut berharap pembangunan pengaman pantai di Pekon Mandiri Sejati menjadi langkah awal penanganan kawasan pesisir secara berkelanjutan di Kabupaten Pesisir Barat.
“Kami berharap pembangunan pengaman pantai di Pekon Mandiri Sejati dapat menjadi awal dari penanganan kawasan pesisir secara berkelanjutan, sehingga ke depan perlindungan terhadap wilayah rawan bencana di Kabupaten Pesisir Barat dapat semakin optimal,” tandasnya. (*)