BANDAR LAMPUNG - Seorang remaja perempuan asal Aceh dilaporkan menghilang secara misterius. Remaja bernama Sinta, yang masih berusia 14 tahun, hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Informasi hilangnya Sinta disampaikan oleh Sapriadi, teman dekat keluarga korban, yang turut mendampingi proses pencarian sekaligus pelaporan ke pihak kepolisian.
Sapriadi mengungkapkan, sebelum dinyatakan hilang, Sinta memiliki kebiasaan rutin bermain dan menemui adiknya di kawasan Lapangan Merdeka.
Dalam kesehariannya, Sinta biasanya diantar langsung oleh sang nenek menuju lokasi tersebut, lalu kembali ke rumah seperti biasa.
Menurut keterangan Sapriadi, pada hari terakhir sebelum dinyatakan hilang, Sinta diduga bertemu dengan seorang perempuan yang usianya sedikit lebih tua. Berdasarkan informasi warga sekitar, perempuan tersebut dikenal dengan nama Minul. Hubungan keduanya disebut baru terjalin dan belum lama saling mengenal.
“Katanya Sinta baru kenal sama anak perempuan itu. Anak itu ngajak Sinta pergi kawani dia pulang. Dari situlah Sinta tidak pernah kembali,” ujar Sapriadi menirukan penuturan keluarga korban.
Sejak saat itu, Sinta tidak lagi terlihat pulang ke rumah, sehingga keluarga mulai merasa khawatir dan melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melapor ke aparat.
Seiring berjalannya waktu, muncul informasi bahwa Sinta diduga dibawa hingga ke wilayah Lampung.
Keluarga pun segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian setempat dengan harapan proses pencarian dapat segera dilakukan.
Namun, beberapa waktu setelah laporan dibuat, perempuan bernama Minul justru kembali ke Aceh tanpa Sinta.
Ia diketahui pulang bersama seorang pria yang disebut berasal dari wilayah Sumatra. Pria tersebut mengaku bekerja sebagai sopir cadangan.
“Waktu kami tanya, dia bilang Sinta hilang di Lampung. Katanya naik mobil box Hino. Ada juga yang bilang sempat lihat mereka makan di rumah makan, arah mobil ke Bakauheni, tapi kami merasa ceritanya janggal,” kata Sapriadi.