BANDAR LAMPUNG — Gubernur Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Provinsi Lampung yang digelar di Hotel Grand Mercure, Sabtu, 27 Juni 2026.
Kehadiran Gubernur Lampung dalam forum tertinggi partai di tingkat daerah tersebut menegaskan kuatnya komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Musda ini dihadiri jajaran pengurus daerah, kader, serta tokoh-tokoh politik Lampung.
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks, seiring dinamika global dan tuntutan generasi muda yang kian cepat berubah.
“Hadirin yang saya hormati, tentunya kita sama-sama tahu tantangan pembangunan hari ini makin kompleks. Generasi muda di tingkat global menuntut kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan bersaing terhadap dunia,” ujar Gubernur Mirza.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut menuntut hadirnya pemimpin yang tidak hanya adaptif, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
Gubernur Mirza menilai kepemimpinan yang kuat tidak lahir secara instan. Menurutnya, pemimpin harus melalui proses panjang berupa kaderisasi, pendidikan politik, pengalaman, serta pengabdian yang berkelanjutan.
“Pemimpin harus dibentuk secara kaderisasi, dengan pendidikan politik, dengan pengalaman, dengan pengabdian, dan tentunya semangat untuk belajar. Di sinilah partai politik berperan sangat strategis,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa partai politik seharusnya dimaknai sebagai sekolah kepemimpinan, bukan sekadar kendaraan kontestasi demokrasi.
“Partai politik adalah sekolah kepemimpinan. Tempat lahirnya gagasan, tempat tumbuhnya karakter, sekaligus tempat menyiapkan pemimpin. Tegaknya politik masa depan akan menentukan arah masa depan daerah dan bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk partai politik, dalam mendorong pembangunan daerah.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan oleh pemerintahan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk partai politik, untuk menjaga stabilitas dan mempercepat pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap Musda Partai Demokrat Lampung menjadi momentum penguatan konsolidasi internal dan peningkatan kontribusi nyata partai dalam pembangunan Provinsi Lampung.