"Untuk SMP Negeri 3 Krui, berdasarkan hasil pemantauan kami dan laporan dari pihak sekolah, alhamdulillah sudah banyak masyarakat yang mendaftarkan anaknya. Ini menjadi indikator bahwa keberadaan sekolah tersebut memang dibutuhkan dan mendapat sambutan baik dari masyarakat," ujarnya.
Data sementara Disdikbud hingga penutupan pelayanan hari pertama mencatat sebanyak 29 calon peserta didik telah mendaftar untuk Kelas VII. Selain itu, terdapat 15 siswa yang akan melanjutkan pendidikan di Kelas VIII, serta empat siswa Kelas IX yang mengajukan rekomendasi pindah dari sekolah lain.
"Capaian tersebut menjadi modal awal yang cukup baik bagi operasional kembali SMP Negeri 3 Krui. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah mengingat masa pendaftaran masih berlangsung dan sebagian masyarakat masih melengkapi persyaratan administrasi sebelum melakukan pendaftaran," ungkapnya.
Hadianca optimistis jumlah peserta didik baru akan terus meningkat hingga penutupan masa SPMB. Menurutnya, kehadiran kembali SMP Negeri 3 Krui memberikan alternatif sekolah yang lebih dekat bagi masyarakat.
Disdikbud juga menginstruksikan seluruh satuan pendidikan agar terus mengedepankan pelayanan prima selama proses penerimaan murid baru berlangsung. Panitia diminta aktif memberikan informasi, membantu calon peserta didik yang mengalami kendala administrasi, serta memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses layanan pendidikan.
"Kami ingin memastikan seluruh masyarakat memperoleh pelayanan yang baik selama proses pendaftaran. Jangan sampai ada calon peserta didik yang mengalami kesulitan hanya karena kurang mendapatkan informasi. Karena itu, sekolah kami minta aktif memberikan pendampingan kepada para orang tua maupun calon siswa," tandasnya.