55 Kader Posyandu Krui Selatan Ikuti Pembekalan PMT Lokal

UPTD Puskesmas Krui Selatan memperkuat kapasitas kader posyandu melalui pembekalan PMT berbahan pangan lokal.
Yayan Prantoso - Selasa, 12 Mei 2026 - 16:15 WIB
Kader Posyandu di Kecamatan Krui Selatan ikuti pembekalan PMT.
Kader Posyandu di Kecamatan Krui Selatan ikuti pembekalan PMT. - Foto dok. Puskesmas Krui Selatan.

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT – UPTD Puskesmas Krui Selatan terus memperkuat upaya penanganan persoalan gizi masyarakat melalui kegiatan pembekalan dan evaluasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan berbahan pangan lokal yang digelar di aula puskesmas setempat, Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 55 kader posyandu dari 10 pekon di wilayah kerja Puskesmas Krui Selatan. Pembekalan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas kader dalam mendukung program intervensi gizi di tingkat masyarakat.

Program tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan pemahaman kader mengenai pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi utama bagi balita dan ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program PMT lokal yang selama ini berjalan di wilayah Krui Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Puskesmas Krui Selatan, Gigih Sanjaya Putra, mengatakan program PMT lokal merupakan salah satu prioritas Kementerian Kesehatan dalam percepatan penanganan masalah gizi, khususnya pada balita dan ibu hamil KEK.

Advertisements

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan aktif kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat pekon.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pemahaman dan kemampuan kader posyandu terkait pelaksanaan PMT berbahan pangan lokal. Kader memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus melakukan pendampingan kepada sasaran agar intervensi gizi dapat berjalan maksimal,” katanya.

Ia menjelaskan, PMT lokal merupakan program intervensi gizi yang menitikberatkan pada pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat, mudah diperoleh, terjangkau, namun tetap memiliki kandungan gizi tinggi.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga tanpa harus bergantung pada bahan pangan instan maupun produk olahan pabrikan.

Advertisements

Menurutnya, salah satu fokus utama dalam program PMT lokal ialah pemberian makanan padat gizi yang mengandung protein hewani, seperti telur, ikan, dan daging. Asupan protein hewani dinilai penting untuk membantu mempercepat perbaikan status gizi balita maupun ibu hamil yang mengalami KEK.

“Bahan pangan lokal sebenarnya sangat banyak tersedia di sekitar kita dan kandungan gizinya juga sangat baik. Tinggal bagaimana cara mengolah dan memanfaatkannya secara tepat. Karena itu, kader posyandu perlu dibekali pengetahuan agar mampu memberikan contoh pengolahan makanan bergizi kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain pembekalan pengolahan pangan lokal, kegiatan tersebut juga menitikberatkan pada peningkatan deteksi dini terhadap sasaran intervensi gizi. Kader posyandu diharapkan lebih aktif melakukan pemantauan terhadap kondisi balita dan ibu hamil di wilayah masing-masing agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Puskesmas Krui Selatan juga terus mendorong peningkatan persentase D/S atau tingkat partisipasi penimbangan balita di posyandu. Begitu pula peningkatan cakupan K1 atau kunjungan pertama ibu hamil ke fasilitas kesehatan untuk mendeteksi lebih awal kondisi KEK.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements