Mukhlis menjelaskan, kunjungannya merupakan bagian dari agenda reses untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, termasuk persoalan mangkraknya pembangunan Gedung Pakuon.
Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut mengingat proyek telah terhenti dalam waktu cukup lama.
“Persoalan ini menjadi perhatian serius. Apalagi sudah delapan tahun tidak ada kelanjutan. Ini harus menjadi prioritas,” katanya.
Mukhlis juga menegaskan komitmennya untuk mendorong agar pembangunan Gedung Pakuon dapat masuk dalam pembahasan anggaran tahun 2026 di tingkat pusat.
Menurutnya, dengan dukungan anggaran serta koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat, pembangunan tersebut sangat memungkinkan untuk dilanjutkan.
Usai prosesi penyambutan, rombongan langsung meninjau lokasi Gedung Pakuon untuk melihat kondisi bangunan yang hingga kini belum selesai.
Peninjauan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan kesiapan serta kebutuhan teknis apabila proyek kembali dilanjutkan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pembangunan Gedung Pakuon, tidak hanya sebagai simbol pelestarian budaya, tetapi juga penggerak sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat di Lampung Barat.