LAMPUNG UTARA – Inspektorat Kabupaten Lampung Utara membantah dugaan bahwa pembangunan rabat beton di Desa Candimas, Kecamatan Abung Selatan, tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Pernyataan tersebut disampaikan setelah tim Inspektorat melakukan pemeriksaan fisik terhadap proyek yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026.
Inspektur Pembantu (Irban) III Inspektorat Lampung Utara, Ira Maya Sari, mengatakan hasil pemeriksaan yang dilakukan pada Juni 2026 menunjukkan pekerjaan rabat beton telah sesuai dengan spesifikasi, termasuk dari sisi ketebalan konstruksi.
"Untuk pembangunan rabat beton Desa Candimas telah sesuai. Tim Inspektorat sudah melakukan pengecekan fisik, termasuk ketebalan beton, pada bulan Juni lalu," kata Ira Maya Sari saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).
Meski demikian, saat ditanya mengenai kondisi rabat beton yang dikabarkan mengalami retak dan pecah sebelum genap satu tahun serta dugaan ketidaksesuaian ukuran lebar jalan, Ira mengakui Inspektorat memiliki keterbatasan dalam melakukan pengujian kualitas material.
"Untuk kualitas dan spekulasi pembangunan rabat beton, Inspektorat tidak bisa karena ada keterbatasan untuk menguji itu," ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Candimas, Zaenal Abidin, mengaku merasa terbebani dengan pemberitaan terkait proyek tersebut. Hal itu diketahui dari rekaman suara yang diterima awak media.
"Biarin-biarin aja, buat sakit pala aja mikirin berita itu," ungkap Zaenal Abidin dalam rekaman tersebut.
Sebelumnya, pembangunan rabat beton di Dusun III, Desa Candimas, menjadi sorotan karena diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas konstruksi yang dinilai berpotensi tidak bertahan lama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut didanai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dengan volume pekerjaan sepanjang 22,5 meter, lebar 2 meter, tinggi 0,15 meter, serta pagu anggaran sebesar Rp13.850.000. Pekerjaan tersebut memiliki target pelaksanaan selama 30 hari kalender.
Sejumlah warga menilai hasil pekerjaan kurang maksimal. Mereka menduga ketebalan rabat beton tidak sesuai dengan ukuran yang tercantum, sementara pada beberapa bagian telah terlihat retak dan pecah meski usia proyek masih relatif baru.
Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya menilai kualitas pembangunan dilakukan secara asal sehingga dikhawatirkan tidak memiliki daya tahan yang baik.
"Pembangunan ini belum berjalan empat hingga lima bulan, tetapi sejumlah bagian sudah mengalami retak dan kerusakan," ujarnya, Rabu (8/7/2026).