Menurut Asis, Sekolah Rakyat mengusung trilogi pendidikan, yaitu Memuliakan Wong Cilik, Menjangkau yang Belum Terjangkau, dan Memungkinkan yang Tidak Mungkin. Kurikulum nasional diterapkan dengan penguatan pendidikan karakter melalui sistem asrama.
Seluruh siswa memperoleh fasilitas pendidikan secara gratis, mulai dari tempat tinggal di asrama, seragam sekolah, perlengkapan belajar, dukungan pembelajaran digital, makan tiga kali sehari, hingga makanan ringan dua kali setiap hari.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, intoleransi, dan paham radikalisme. Aturan tersebut berlaku bagi seluruh warga sekolah, baik guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik.
Suasana Open House semakin mengharukan ketika Gubernur berdialog langsung dengan sejumlah siswa. Muhammad Ridwan Pratama, siswa kelas IX asal Sukaraja yang sebelumnya merupakan anak buruh bengkel, mengaku kini berhasil meraih medali emas karate dan bercita-cita menjadi seorang chef agar dapat memberangkatkan kedua orang tuanya menunaikan ibadah umrah.
Gubernur juga berbincang dengan Dewi Bunga Lestari, calon siswi asal Pringsewu yang sempat berhenti sekolah selama dua tahun akibat keterbatasan biaya.
Kini, melalui Sekolah Rakyat, ia kembali memiliki kesempatan mengejar cita-cita menjadi anggota Polri dan melanjutkan pendidikan ke Turki melalui beasiswa.
"Harapan-harapan yang sempat terputus kini tersambung kembali melalui Sekolah Rakyat. Inilah tujuan besar program ini, membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik," kata Gubernur.
Pada kesempatan tersebut, Rahmat Mirzani Djausal juga menyematkan atribut secara simbolis kepada calon siswa sebagai tanda dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Melalui Program Sekolah Rakyat, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Pusat berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.