BANDAR LAMPUNG – Perumda Air Minum Way Rilau mulai mengantisipasi dampak musim kemarau yang mempengaruhi ketersediaan air baku di sejumlah sumber air di Kota Bandar Lampung.
Meski terjadi penurunan debit air sekitar 17 persen dari kondisi normal, layanan produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan masih berlangsung seperti biasa.
Musim kemarau diperkirakan mulai berdampak di sejumlah wilayah Lampung, termasuk Kota Bandar Lampung. Penurunan debit terutama terjadi pada sumber air permukaan yang menjadi pasokan utama Perumda Way Rilau.
Melalui Humas Perumda Way Rilau, Gunawan mengatakan penurunan debit terjadi pada aliran Sungai Way Kuripan, Way Jernih, dan Way Betung. Meski demikian, kondisi tersebut belum memengaruhi proses pengolahan maupun penyaluran air bersih kepada masyarakat.
"Untuk saat ini produksi instalasi pengolahan air (IPA) masih berjalan normal," kata Gunawan saat di konfirmasi, Sabtu 1 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 dan IPA 2 yang memiliki kapasitas sekitar 500 liter per detik masih beroperasi secara optimal.
Sementara itu, IPA Way Sekampung saat ini memproduksi sekitar 400 liter per detik dari kapasitas terpasang sebesar 750 liter per detik.
Selain sumber air permukaan, debit dari sejumlah mata air juga mengalami penurunan sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan produksi normal sebesar 105 liter per detik.
Saat ini, Mata Air Batu Putih menghasilkan sekitar 57 liter per detik, Mata Air Tanjung Aman sekitar 40 liter per detik, sedangkan Mata Air Way Biak memasok sekitar 8 liter per detik.
“Perumda Way Rilau memastikan terus memantau perkembangan debit air baku selama musim kemarau agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal,”tutupnya.