BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 61 kepala keluarga (KK) atau 201 jiwa di Jalan Raya Suban, Kampung Batu Suluh, RT 18 LK II, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, mengalami krisis air bersih akibat kekeringan yang menyebabkan sumur warga mengering.
Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari, seperti memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi. Warga kini bergantung pada bantuan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Merespons kondisi darurat kekeringan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kota Bandar Lampung langsung mengerahkan armada tangki air ke wilayah Kecamatan Sukabumi pada Kamis 6 Agustus 2026.
Warga mengaku kesulitan mendapatkan air lantaran sumur gali milik pemukiman mulai mengering total dan aliran Perusahaan Air Minum (PAM) terhenti sementara.
Berdasarkan data di lokasi, sedikitnya 61 kepala keluarga dengan total 201 jiwa terdampak langsung oleh kekeringan yang melanda kawasan tersebut. Menurunnya ketersediaan air tanah menyebabkan sebagian besar sumur warga tidak lagi dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat. Penanganan cepat diperlukan agar aktivitas warga tidak terganggu dan risiko gangguan kesehatan akibat keterbatasan air bersih dapat diminimalkan.
Penyaluran air bersih ini difokuskan di beberapa titik rukun tetangga (RT) yang mengalami dampak krisis paling parah.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, mengonfirmasi bahwa langkah cepat ini diambil sebagai bentuk tanggap darurat atas laporan warga yang kian terdesak.
"Distribusi air bersih dilakukan karena sementara ini aliran PAM tidak berjalan dan sumur warga mengalami kekeringan, sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih," ujar Idham, Kamis 6 Agustus 2026.
Idham merincikan, pendistribusian air bersih di Kecamatan Panjang menyasar pemukiman warga di Jalan Raya Suban, Kelurahan Pidada, tepatnya di RT 13 Lingkungan 1 (Blok A, B, dan C) dengan total 285 KK atau 851 jiwa.
Sementara di Kecamatan Sukabumi, armada tangki menyisir warga Kampung Batu Suluh, Kelurahan Way Laga (RT 17 dan RT 18 Lingkungan 2), yang mencakup 113 KK atau sekitar 461 jiwa.
Pihaknya juga meminta RT, lurah, maupun warga di wilayah lain yang mulai mengalami krisis air bersih untuk segera melapor agar dapat segera didata dan dijadwalkan pengirimannya.