Kristomei menegaskan, sebagai satuan kewilayahan, Kodam XXI/Raden Intan memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat pertahanan negara sekaligus mendukung masyarakat dan pembangunan daerah.
Karena itu, seluruh prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kodam XXI/Raden Intan didorong meningkatkan kualitas pengabdian, memperkuat soliditas internal, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.
Pangdam juga menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas, termasuk dalam proses penerimaan prajurit TNI.
Ia memastikan tidak boleh ada praktik permainan uang, rekomendasi yang bertentangan dengan aturan, maupun bentuk penyimpangan lainnya.
"Kami ingin memberikan prajurit yang betul-betul memiliki kualitas dan standar sebagai seorang prajurit," tegasnya.
Menurut Kristomei, kebutuhan personel TNI masih cukup besar sehingga proses rekrutmen akan terus dilakukan secara optimal.
Masyarakat yang memenuhi persyaratan dan ingin menjadi prajurit TNI dipersilakan mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain profesionalisme, Pangdam menilai kemampuan beradaptasi menjadi hal penting bagi setiap prajurit dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dinamika tugas.
Kemampuan tersebut diwujudkan melalui berbagai inovasi dan peningkatan kapasitas, termasuk pembekalan bahasa asing dan penguatan kerja sama dengan berbagai pihak.
"Adaptif berarti mampu mengikuti perkembangan lingkungan strategis, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu merespons berbagai tantangan secara cepat dan tepat," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga memaparkan dukungan Kodam XXI/Raden Intan terhadap pemerintah daerah, termasuk dalam penanganan bencana dan percepatan pembangunan.