Kolaborasi pemerintah daerah bersama TNI dan Polri dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian serta menjaga stabilitas harga komoditas.
Rahmat Mirzani menyebut produksi pertanian, terutama padi dan jagung, terus menunjukkan perkembangan positif.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga perlu memastikan harga di tingkat petani tetap memberikan manfaat terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Kolaborasi TNI dan pemerintah daerah dalam mendampingi petani, meningkatkan produksi, serta menjaga ketahanan pangan merupakan kerja sama yang sangat strategis," ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan produksi dan stabilitas harga pangan tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri.
Kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung sektor pertanian, menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pangan yang kuat.
Menurutnya, keterlibatan prajurit yang tidak hanya berada di ruang pertahanan, tetapi juga hadir di tengah sawah, mendampingi petani, dan membantu masyarakat merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Semakin dekat TNI dengan rakyat, semakin kuat pula pertahanan negara. Semakin kuat hubungan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Insyaallah semakin kuat pula pembangunan daerah kita," tegasnya.
Sementara itu, Pangdam XXI/Raden Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan Kodam XXI/Raden Intan dibentuk pada 10 Agustus 2025 bersama sejumlah Kodam baru lainnya.
Menurutnya, pembentukan Kodam XXI/Raden Intan merupakan bagian dari penguatan organisasi pertahanan sekaligus pelayanan teritorial di wilayah Lampung dan Bengkulu.
Selama satu tahun perjalanan, Kodam XXI/Raden Intan menghadapi berbagai dinamika serta memperoleh dukungan dari internal TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas Kodam XXI/Raden Intan," ujar Pangdam.