Black Lightning kemudian ikut mengukir sejarah dalam berbagai upaya pemecahan rekor kecepatan Vincent.
Meski demikian, Black Shadow tetap memiliki posisi istimewa karena mampu menggabungkan kecepatan tinggi, kenyamanan dan teknologi dalam satu paket.
Kelangkaan menjadi salah satu alasan mengapa Vincent Black Shadow kini begitu diminati kolektor.
Data produksi Vincent mencatat sekitar 76 unit Series B Black Shadow, 1.507 unit Series C dan 144 unit Series D.
Jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan produksi sepeda motor modern.
Karena itu, unit yang masih mempertahankan komponen orisinal, memiliki sejarah kepemilikan yang jelas dan berada dalam kondisi baik memiliki daya tarik tersendiri di mata kolektor.
Vincent Black Shadow kerap disebut sebagai salah satu pelopor konsep superbike karena menggabungkan kapasitas mesin besar, performa tinggi dan teknologi yang sangat maju dalam sebuah motor produksi.
Lebih dari tujuh dekade setelah diperkenalkan, konsep tersebut masih terasa relevan.
Mesin besar, kecepatan tinggi, konstruksi sasis inovatif dan desain khas menjadikan Black Shadow bukan sekadar motor tua.
Motor ini menjadi bukti bahwa jauh sebelum superbike Jepang mendominasi dunia, sebuah pabrikan kecil asal Inggris telah lebih dahulu menunjukkan bagaimana sebuah sepeda motor berperforma tinggi dapat dirancang.
Vincent Black Shadow bukan hanya legenda masa lalu, tetapi salah satu tonggak penting yang membantu membentuk sejarah superbike modern.