Penampilan mesin berwarna gelap kemudian menjadi salah satu identitas paling kuat Black Shadow.
Nama Black Shadow pun terasa semakin tepat: tampil gelap dan elegan, tetapi menyimpan performa yang agresif.
Reputasi Black Shadow sebagai motor kencang bukan sekadar legenda yang muncul bertahun-tahun kemudian.
Pada masa kelahirannya, Vincent mengiklankan Black Shadow sebagai salah satu motor produksi standar tercepat di dunia.
Kemampuan mencapai sekitar 125 mph menempatkannya di jajaran teratas performa sepeda motor pada zamannya.
Yang menarik, reputasi tersebut tetap bertahan meski produksi Black Shadow akhirnya berakhir.
Vincent menghentikan produksi sepeda motor pada 1955 akibat persoalan finansial.
Namun, penghentian produksi justru membuat nama Black Shadow semakin kuat sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepeda motor Inggris.
Vincent juga mengembangkan model yang lebih ekstrem, yakni Black Lightning.
Berbeda dari Black Shadow yang masih dirancang sebagai motor performa tinggi untuk penggunaan jalan raya, Black Lightning lebih berorientasi pada kompetisi.
Sejumlah komponen diganti dengan material yang lebih ringan, sementara perlengkapan yang dianggap tidak diperlukan untuk balap dihilangkan.