LAMPUNG BARAT – Kopi robusta Lampung Barat terus didorong naik kelas dari komoditas unggulan daerah menjadi produk yang mampu bersaing di pasar internasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan PT Dua Putra Sekincau yang kini memperluas jaringan pemasaran kopi hingga ke pasar global.
Komitmen itu mengemuka dalam pengumuman hasil Lomba Kebun Kopi Lampung Barat bertajuk From The Farmer to The World yang digelar PT Dua Putra Sekincau, Selasa (25/8).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Lampung Barat Drs. Nukman, MM, mewakili Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Anggota DPRD Lampung Barat Ahmad Ali Akbar, SH, Kepala Dinas Perkebunan Lampung Barat Yudha Setiawan, Pimpinan Wilayah BRI Lampung Andreas Chandra Santoso, Kepala Cabang BRI Lampung Barat Yudi Suawalman, Ketua KTNA Lampung Barat Agus Sifour Rosyid, CEO Eksportir Kopi Jaya Abadi, Forkopimda, jajaran uspika Kecamatan Sekincau, pelaku usaha kopi, serta para petani peserta lomba yang tergabung dalam 57 kelompok tani.
Dalam sambutannya, Sekda Lampung Barat Nukman menyampaikan salam sekaligus dukungan dari Ketua Dewan Pembina Kopi Lampung Barat, Drs. Mukhlis Basri.
Nukman mengapresiasi keberadaan PT Dua Putra Sekincau yang dinilai telah membuka peluang lebih besar bagi kopi Lampung Barat untuk memasuki pasar dunia.
“PT Dua Putra sudah berjalan sekitar dua tahun dan penjualan kopinya telah menyentuh lima benua. Ini tentu menjadi peluang besar bagi kopi Lampung Barat untuk semakin dikenal di pasar internasional,” kata Nukman.
Menurutnya, potensi kopi Lampung Barat sangat besar. Produksi kopi daerah ini mencapai sekitar 70 ribu ton per tahun sehingga memiliki modal kuat untuk dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Pemerintah daerah, kata Nukman, terus mendorong peningkatan kualitas, produktivitas, serta akses pemasaran agar pertumbuhan produksi kopi juga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani.
“Harapan kita ke depan hasil kopi Lampung Barat dapat semakin banyak dipasarkan melalui PT Dua Putra. Jangan sampai kopi Lampung Barat hanya dikenal di wilayah kabupaten, tetapi harus dikenal secara nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Selain pemasaran, Nukman menilai penguatan identitas produk juga penting. Karena itu, seluruh pihak diminta memperkuat koordinasi dalam peluncuran logo Kopi Lampung Barat sebagai bagian dari upaya membangun citra kopi robusta daerah di pasar yang lebih luas.
Komitmen pemerintah terhadap pengembangan komoditas kopi juga diwujudkan melalui sejumlah program, mulai dari Dinas Perkebunan, Sekolah Kopi hingga pengembangan Kampung Kopi.
“Bupati memiliki perhatian yang luar biasa terhadap kopi. Sekolah Kopi dibangun agar masyarakat dan petani benar-benar memahami bagaimana mengelola usaha kopi dengan baik. Kampung Kopi juga diarahkan untuk edukasi sekaligus mendukung pengembangan pariwisata,” jelasnya.