Nukman menekankan, berbagai bantuan pemerintah semestinya menjadi pemicu peningkatan kemampuan petani, bukan membuat mereka bergantung pada bantuan.
Produktivitas dan kualitas kopi diharapkan dapat terus meningkat melalui kemampuan petani sendiri. Ia juga berharap kegiatan lomba kebun kopi tidak berhenti pada penilaian dan pemberian penghargaan.
Ke depan, kegiatan serupa dinilai perlu dilengkapi dengan pelatihan budidaya sehingga petani tidak hanya mengetahui kebun terbaik, tetapi juga memahami teknik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kebun masing-masing.
Sementara itu, Anggota DPRD Lampung Barat Ahmad Ali Akbar yang mendampingi Ketua Dewan Kopi Lampung, Drs. Mukhlis Basri, menyoroti persoalan akses menuju perkebunan kopi.
Menurutnya, infrastruktur menuju sentra produksi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan nilai ekonomi komoditas kopi. Ia berharap adanya dukungan dana bagi hasil untuk memperbaiki akses menuju perkebunan.
“Kalau akses ke kebun semakin baik, tentu petani akan lebih mudah membawa hasil produksi. Kita ingin hasil dan nilai tambah kopi dapat dinikmati masyarakat Lampung Barat, jangan sampai justru lebih banyak dinikmati pihak dari luar daerah,” katanya.
Ahmad juga mendorong BRI agar terus menjadi mitra dalam pengembangan sektor kopi. Selain pembiayaan, ia mengusulkan program bantuan ternak kambing bagi petani.
Menurutnya, program tersebut memiliki manfaat ganda. Petani dapat mengembangkan usaha peternakan, sementara kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah perkebunan kopi.
Di sisi lain, Direktur PT Dua Putra Sekincau, Hendri Sitompul, menegaskan perusahaan memiliki visi menjadi mitra andal bagi industri kopi lokal dan global melalui penyediaan biji kopi robusta dengan standar mutu yang konsisten.
“Visi kami menjadi mitra andal bagi industri kopi lokal dan global dalam penyediaan biji kopi robusta dengan standar mutu yang konsisten,” ujar Hendri.
Untuk mewujudkan visi tersebut, PT Dua Putra Sekincau mengembangkan strategi ekspor dan kemitraan berkelanjutan dengan pelaku industri kopi dunia.
Perusahaan juga berkomitmen menjaga karakter dan kualitas kopi sekaligus mendukung kesejahteraan petani. Upaya itu dilakukan dengan membangun rantai pasok kopi yang efisien dan berkelanjutan dari sektor hulu hingga hilir.