Ratusan Hektare Sawah di Suoh Dilanda Kekeringan dan Terancam Gagal Panen

Sumber air menyusut saat musim tanam, lebih dari 125 hektare sawah di Suoh terancam kekeringan dan petani khawatir gagal panen.
Edi Prasetya - Rabu, 26 Agt 2026 - 16:27 WIB
Kekeringan mengancam ratusan hektare sawah di Suoh
Kekeringan mengancam ratusan hektare sawah di Suoh - Ilustrasi Medialampung.co.id

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

“Kami berharap ada solusi, minimal bagaimana air bisa dialirkan ke sawah yang sudah ditanami. Kalau dibiarkan, kami takut tanaman tidak bisa bertahan,” kata Rizal.

Ia menilai persoalan tersebut berpotensi tidak hanya berdampak pada satu wilayah. Jika kondisi sumber air terus menurun, ancaman kekeringan dapat meluas dan mengganggu keberlangsungan ratusan hektare lahan pertanian di Kecamatan Suoh.

Para petani kini berharap hujan segera turun untuk mengembalikan ketersediaan air. Namun, sambil menunggu perubahan kondisi cuaca, mereka juga mengharapkan adanya langkah antisipasi dari pemerintah untuk mencegah ancaman gagal tanam maupun gagal panen.

“Yang paling kami khawatirkan sekarang tanaman sudah masuk masa tanam, tapi air tidak ada. Kalau terus seperti ini, tentu petani yang akan menanggung kerugiannya,” pungkas Rizal.

Advertisements

Sementara itu, Camat Suoh Alex Pranggabaya membenarkan bahwa penyusutan sumber air mulai dirasakan masyarakat, terutama petani yang bergantung pada pasokan air tersebut untuk mengairi lahan.

“Memang benar kondisi sumber air saat ini mengalami penyusutan. Dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat, khususnya petani yang lahannya sudah memasuki masa tanam,” kata Alex.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena sebagian lahan pertanian di Kecamatan Suoh sangat bergantung pada ketersediaan air, terutama sawah tadah hujan.

“Di Sumber Agung ada sekitar 100 hektare lahan yang selama ini mengandalkan sumber air dari Danau Lebar. Kemudian di wilayah Tugu Ratu juga ada sekitar 25 sampai 30 hektare yang mulai terancam kekeringan karena sumber air mengecil,” jelasnya.

Advertisements

Alex berharap kondisi tersebut tidak berkembang menjadi kekeringan yang lebih luas. Pemerintah Kecamatan Suoh, lanjut dia, akan terus memantau perkembangan sumber air serta kondisi pertanian masyarakat.

Kekhawatiran petani kini tertuju pada keberlanjutan musim tanam. Dengan sedikitnya 125 hingga 130 hektare lahan membutuhkan pasokan air, penyusutan sumber air menjadi persoalan yang perlu segera diantisipasi agar produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga.

Bagi petani, air bukan sekadar kebutuhan pendukung, melainkan salah satu penentu keberlangsungan tanaman yang baru saja ditanam. Jika hujan tidak kunjung turun dan sumber air terus menyusut, ancaman kekeringan berpotensi semakin meluas dan kerugian petani sulit dihindari.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements