“Kami berharap ada solusi, minimal bagaimana air bisa dialirkan ke sawah yang sudah ditanami. Kalau dibiarkan, kami takut tanaman tidak bisa bertahan,” kata Rizal.
Ia menilai persoalan tersebut berpotensi tidak hanya berdampak pada satu wilayah. Jika kondisi sumber air terus menurun, ancaman kekeringan dapat meluas dan mengganggu keberlangsungan ratusan hektare lahan pertanian di Kecamatan Suoh.
Para petani kini berharap hujan segera turun untuk mengembalikan ketersediaan air. Namun, sambil menunggu perubahan kondisi cuaca, mereka juga mengharapkan adanya langkah antisipasi dari pemerintah untuk mencegah ancaman gagal tanam maupun gagal panen.
“Yang paling kami khawatirkan sekarang tanaman sudah masuk masa tanam, tapi air tidak ada. Kalau terus seperti ini, tentu petani yang akan menanggung kerugiannya,” pungkas Rizal.
Sementara itu, Camat Suoh Alex Pranggabaya membenarkan bahwa penyusutan sumber air mulai dirasakan masyarakat, terutama petani yang bergantung pada pasokan air tersebut untuk mengairi lahan.
“Memang benar kondisi sumber air saat ini mengalami penyusutan. Dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat, khususnya petani yang lahannya sudah memasuki masa tanam,” kata Alex.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena sebagian lahan pertanian di Kecamatan Suoh sangat bergantung pada ketersediaan air, terutama sawah tadah hujan.
“Di Sumber Agung ada sekitar 100 hektare lahan yang selama ini mengandalkan sumber air dari Danau Lebar. Kemudian di wilayah Tugu Ratu juga ada sekitar 25 sampai 30 hektare yang mulai terancam kekeringan karena sumber air mengecil,” jelasnya.
Alex berharap kondisi tersebut tidak berkembang menjadi kekeringan yang lebih luas. Pemerintah Kecamatan Suoh, lanjut dia, akan terus memantau perkembangan sumber air serta kondisi pertanian masyarakat.
Kekhawatiran petani kini tertuju pada keberlanjutan musim tanam. Dengan sedikitnya 125 hingga 130 hektare lahan membutuhkan pasokan air, penyusutan sumber air menjadi persoalan yang perlu segera diantisipasi agar produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga.
Bagi petani, air bukan sekadar kebutuhan pendukung, melainkan salah satu penentu keberlangsungan tanaman yang baru saja ditanam. Jika hujan tidak kunjung turun dan sumber air terus menyusut, ancaman kekeringan berpotensi semakin meluas dan kerugian petani sulit dihindari.