Hibah Rp1,5 Miliar untuk PTN Dipersoalkan, Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung Ogah Teken

Asroni Paslah menyoroti usulan hibah Rp1,5 miliar untuk PTN saat sarana SD dan SMP di Bandar Lampung masih membutuhkan perbaikan.
Krisna Jeri - Kamis, 03 Sep 2026 - 16:52 WIB
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Asroni Paslah menyoroti usulan hibah Rp1,5 miliar untuk PTN dan meminta anggaran pendidikan lebih dulu diarahkan untuk pembenahan sekolah SD dan SMP.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Asroni Paslah menyoroti usulan hibah Rp1,5 miliar untuk PTN dan meminta anggaran pendidikan lebih dulu diarahkan untuk pembenahan sekolah SD dan SMP. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Usulan anggaran hibah sebesar Rp1,5 miliar untuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang dialokasikan melalui Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung mendapat sorotan dari DPRD.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, secara tegas menyatakan belum bersedia menandatangani usulan anggaran tersebut.

Sikap itu disampaikan Asroni dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bandar Lampung, Rabu 02 Agustus 2026.

Menurutnya, rencana hibah tersebut masih perlu dikaji secara matang. Sebab, di tengah rencana mengalokasikan dana Rp1,5 miliar untuk PTN, masih terdapat berbagai persoalan sarana dan prasarana pendidikan dasar yang belum sepenuhnya diselesaikan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Advertisements

Asroni menilai anggaran tersebut akan lebih tepat apabila diarahkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), yang memang berada dalam kewenangan pemerintah kota.

Politikus Partai Gerindra tersebut menyebut anggaran Rp1,5 miliar dapat digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas pendidikan yang kondisinya membutuhkan penanganan.

Mulai dari rehabilitasi bangunan sekolah, perbaikan fasilitas yang rusak, hingga pembangunan ruang kelas baru yang masih diperlukan sejumlah sekolah.

Menurut Asroni, pemerintah daerah perlu melihat kondisi riil di lapangan sebelum menetapkan penggunaan anggaran.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Ia mengaku telah mengunjungi sejumlah sekolah dan menemukan masih banyak persoalan infrastruktur pendidikan.

Beberapa di antaranya berupa pagar sekolah yang roboh, atap bangunan bocor, plafon rusak, hingga keterbatasan fasilitas penunjang seperti lapangan, laboratorium dan aula.

Kondisi tersebut, menurut Asroni, menjadi bukti bahwa masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkot Bandar Lampung dalam memenuhi kebutuhan sarana pendidikan dasar dan menengah.

"Kita sudah diingatkan berkali-kali oleh KPK maupun Kemendagri agar hibah ini kalau enggak prioritas jangan terlalu dipaksakan," tegas Asroni dalam rapat Banggar.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements