Selain kegiatan keagamaan, Disdikbud Lampung juga meminta seluruh satuan pendidikan melakukan pembersihan lingkungan sekolah dari abu vulkanik.
Setelah pelaksanaan Sholat Istisqo dan sebelum pembelajaran dimulai, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik bersama petugas kebersihan sekolah diminta memastikan kembali kebersihan ruang kelas serta lingkungan sekolah dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pembersihan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekolah tetap bersih sekaligus mendukung keberlangsungan pembelajaran tatap muka di tengah kondisi pascaerupsi.
Sekolah diharapkan memastikan ruang belajar dan lingkungan sekitarnya dalam kondisi bersih sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
Surat imbauan Disdikbud Lampung tersebut ditembuskan kepada Gubernur Lampung sebagai laporan.
Melalui instruksi tersebut, seluruh satuan pendidikan di Lampung diharapkan tetap memperhatikan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar sekaligus kondisi lingkungan dan keselamatan warga sekolah.
Langkah pemantauan pembelajaran, penggunaan masker saat kegiatan, serta pembersihan abu vulkanik di lingkungan sekolah menjadi bagian dari upaya menghadapi kondisi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau.