Warga menyebut pembangunan gardu itu menggunakan dana pribadi dan swadaya masyarakat dengan total biaya mencapai Rp3,8 juta. Sebelumnya, lokasi gardu tersebut juga pernah dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah.
“Sekarang juga soal gardu ini belum ada apa-apa. Padahal ini kami, gardu ini ada yang uang pribadi. Total Rp3,8 juta. Ini dulu adalah tempat pembuangan sampah, sekarang enggak ada lagi sampah,” tuturnya.
Lebih lanjut, warga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak pengerukan kaki Gunung Kucing, khususnya potensi longsor akibat perubahan kondisi lahan. Ia juga mempertanyakan pemberian izin pembangunan perumahan di kawasan tersebut.
“Khawatir juga soal longsor, yang jadi keanehan kami kenapa diberi izin sama pemerintah,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak pengembang maupun pemerintah setempat terkait keluhan warga, dampak lingkungan dari pengerukan kaki Gunung Kucing, serta kejelasan keberadaan gardu swadaya masyarakat di lokasi pembangunan perumahan tersebut.